Tagged: terorisme negara Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Papua Post 1:59 am on May 9, 2010 Permalink | Balas
    Tags: pembunuhan, terorisme negara   

    Permohonan Pengusutan Kasus Kematian 

    Jakarta, 5 Mei 2010

    Kepada Yth.

    Bapak Kapolda DIY

    di

    Yogyakarta

    Nomor : 013/DG/DPR RI/V/2010

    Lampiran : 1 (satu berkas)

    Perihal : Permohonan Pengusutan Kasus Kematian

    Jessica Elisabeth Isir (25 tahun),

    Alumna STPMD ‘APMD’Yogyakarta

    Dengan hormat!

    Merujuk pada perihal surat di atas, saya Diaz Gwijangge, S.Sos, anggota Komisi X DPR RI (A-558) dari Partai Fraksi Demokrat meminta Kepala Kepolisian (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengusut tuntas dan mengungkap seterang-terangnya kematian Jessica Elisabeth Isir (24), alumna Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ Yogyakarta, di mana jasadnya ditemukan pada Sabtu, 1 Mei 2010 pagi di pinggir rel kereta api di Dusun Sorowajan, Kecamatan Banguntapan, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Permintaan ini sebagai tindaklanjut laporan Keluarga Besar Mahasiswa asal Papua di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait kematian tak wajar yang dialami Jessica Elisabeth Isir. Kemudian, proses penyelidikan yang ‘tidak normal’, visum et repertum pihak rumah sakit, hingga pemulangan jenazah ke Papua yang dinilai masih menyimpan misteri dan terus menguras akal sehat.

    Adapun kronologis kasus kematian ini akan segera kami kirimkan sesegera mungkin melalui surat. Laporan singkat dalam kronologis kasus kematian ini paling kurang menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum dalam menguak misteri kematian tragis disertai dugaan pemerkosaan ini.

    Sebagai anggota DPR RI yang concern dengan masalah hak-hak asasi manusia (HAM), kami menyayangkan peristiwa tragis ini hingga mengakibatkan kematian intelektual yang nota bene generasi penerus pembangunan Papua di masa akan datang.

    Oleh karena lokasi kejadiannya berada di wilayah Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, maka kami berharap agar aparat penegak hukum khususnya Kepolisian Resort Bantul dan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengusut secara terang benderang hingga mengungkap motif di balik kematian tragis tersebut.

    Hal itu sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap penegakan hak-hak asasi manusia universal dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai makhluk yang sangat mulia sekaligus menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap institusi penegak hukum di wilayah hukum Polda DIY.

    Untuk jelasnya, kami menyampaikan beberapa hal di bawah ini agar mendapat perhatian serius pihak aparat penegak hukum di wilayah hukum Polda DIY. Termasuk meminta pihak Pemerintah Propinsi DIY sedikit memberikan perhatian dan rasa aman bagi warga masyarakat perantauan, termasuk mahasiswa asal Papua yang saat ini bermukim di Yogyakarta.

    Pertama, sebagai anggota DPR RI kami mendesak pihak penegak hukum khususnya aparat Kepolisian Resort Bantul dan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengusut tuntas dan membuka kepada publik dugaan pemerkosaan disertai pembunuhan atas Jessica Elisabeth Isir, alumna

    Sekolah Tinggi Pemerintahan Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’Yogyakarta, termasuk motif di balik itu.

    Upaya pengusutan kasus ini penting karena dugaan kuat kematian gadis itu bukan akibat tabrakan kereta api. “Luka yang menampakkan kejanggalan tersebut di antaranya pada pelipis kiri terlihat memar yang diduga akibat benturan benda tumpul, kepala bagian belakang sobek sedalam tiga centi meter dan panjang 5 cm, luka pada lengan kanan, dan terdapat bekas seperti cekikan tangan di leher,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul AKP Danang Kuntadi, Sabtu, 1/5 (TVOne, 1/5).

    Kedua, meminta Pemerintah Propinsi DIY, Pemerintah Propinsi Papua, Polda DIY, dan Mabes Polri untuk menggelar dialog bersama guna mencari berbagai akar kekerasan yang selama ini dialami warga perantauan asal Papua di Daerah Istimewa Yogyakarta mengingat eskalasi kekerasan yang menimpa warga Papua di kota itu sudah berada pada tingkat yang mencemaskan.

    Salah satu kasus yang hingga kini belum terungkap ke publik, terutama masyarakat maupun mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh studi di Yogyakarta yakni insiden pemukulan seorang mahasiswa asal Papua. Mahasiswa ini dipukul hingga babak belur dan meregang nyawa di Rumah Sakit Bhetesda Yogyakarta.

    Ketiga, kami meminta Pemerintah Propinsi DIY agar lebih memberikan rasa nyaman bagi para perantau, termasuk para mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta mengingat Yogyakarta menjadi tempat tujuan menarik bagi para mahasiswa Papua untuk melanjutkan studi guna menjadi calon generasi bagi Papua pada masa-masa akan datang.

    Demikian permohonan kami. Atas perhatian dan kerja samanya dihaturkan terima kasih.

    Hormat

    Diaz Gwijangge

    Anggota DPR RI (A-558) Fraksi Partai Demokrat

    Tembusan: dikirim dengan hormat kepada

    1. Bapak Kapolri di Jakarta

    2. Bapak Ketua DPR RI di Jakarta

    3. Ketua Komisi III DPR RI di Jakarta

    4. Ketua Komnas HAM di Jakarta

    5. Kaukus Parlemen DPR/DPD RI di Jakarta

    6. Gubernur DIY di Yogyakarta

    7. Gubernur Papua di Jayapura

    8. DPRD DIY di Yogyakarta

    9. DPRP di Jayapura

    10. Media Cetak dan Elektronik

     
    • Thomas 10:40 pm on Mei 14, 2010 Permalink | Balas

      Wah…..baru tahu nih kasus ini….semoga cepat terselesaikan
      salam

    • azhmi 3:22 pm on Juni 14, 2010 Permalink | Balas

      trut berduka dan prihatin.. ketika mendengar kbr ini,, untk sahabatQ elisabeth.. smoga tenang hidupmu di alam sana…

      kpada kepolisian agar dpt mengusut dengan cepat kasus ini, dan di temukan kepastian atas tragedi yang memilukan ini…..

    • nbasis 11:44 am on November 16, 2010 Permalink | Balas

      wih. rusak negara ini karena ulah para penjahat itu.

  • Papua Post 3:24 pm on January 27, 2008 Permalink | Balas
    Tags: , , , , terorisme negara   

    Soeharto di Mata orang Papua 

    Mendahului berbagai artikel yang akan ditulis tentang Alm. Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto, yang telah wafat pada Hari Minggu, 27 Januari 2007, tepat pukul 13:10 WIB di RSPP Jakarta Selatan, maka kami merasa perlu menyampaikan beberapa topik pandangan orang Papua terhadap beliau.

    Kalau seandainya seorang Jawa atau Indonesia bertanya kepada seorang Papua, “Menurut Anda, siapa atau apa Soeharto itu?”, maka orang Papua akan memberikan jawab antara lain:

    1. Dia petinggi militer yang kejam, tak berperi-kemanusiaan;
    2. Soeharto seorang yang sudah tidak punya hatinraninya, manusia yang sudah dibutakan oleh ketamakan atas tanah dan bangsa lain demi kepentingan Pulau dan orang Jawa;
    3. Soeharto adalah pembunuh ayah, ibu, adik, kaka, paman, kerabat, bangsa saya;
    4. Beliau seorang yang sukses meredam aspirasi menyuarakan kebenaran;
    5. Dia Raja orang Jawa;
    6. Dia secara pribadi manusia bertanggungjawab atas kematian Papua sebagai sebuah bangsa dan perusakan alam di Bumi Cenderawasih.

    Pertanyaan untuk diskusi adalah:

    • Bagaimana pendapat masing-masing suku-bangsa di Indonesia?
    • Apa tanggapan Anda terhadap tanggapan seorang Papua di atas?

    Berikanlah tanggapan Anda di bilik Komentar.

    Koteka Webmaster

     
    • papuapost 3:30 pm on Januari 27, 2008 Permalink | Balas

      Menurut saya, Soeharto adalah simbol orang Jawa, ia Presiden dan Raja Jawa yang menguasai Sumatra, Borneo, Sulawesi, Bali, Maluku sampai Papua Barat, simbol betapa manis-manisnya orang Jawa, senyum-senymnya orang Jawa, pada dasarnya senyum dan manis itu adalah senyum dan manis kejahatan, hati yang penuh dengan dendam dan ketamakan, tangan yang penuh dengan lumuran darah sesama, hanya gara-gara negara-bangsa Indonesia yang mereka dewakan bakalan membawa kehidupan adil dan makmur, yang terbukti jelas sebuah kesalahan fatal.

    • RIA 11:26 am on Januari 29, 2008 Permalink | Balas

      KALAU ANDA MEWAWANCARI SESEORANG DARI PIHAK YG TERTINDAS, OTOMATIS KOMENTAR DAN PENDAPAT YG KELUAR ADALAH MENYUDUTKAN BPK SOEHARTO, TAPI COBA WAWANCARAI JUGA SESEORANG DARI DAERAH YG TELAH MERASAKAN MANFAAT PEMBANGUNAN YG TELAH DI JALANKAN BPK SOEHARTO, TENTU JAWABAN MEREKA AKAN MENDUKUNG DAN MEMUJI BELIAU.SAYA SECARA PRIBADI LEBIH SANGAT KASIHAN KPD BELIAU.
      SIFAT MANUSIA PADA UMUM NYA HANYA MELIHAT KESALAHAN ORANG LAIN, DAN KABAIKAN DAN JASA- JASA PADA UMUMNYA SELALU TERLUPAKAN, BEGITULAH SIFAT MANUSIA…
      KEMBALI PADA HAKIKATNYA, TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA, TIDAK ADA YG LUPUT DARI DOSA DAN KHILAF.
      MEMIMPIN BUKAN SEBUAH TUGAS YG MUDAH, APALAGI MEMULAI DARI SEBUAH WILAYAH YG BELUM MEMPUNYAI KEDAULATAN.DAN PAK HARTO TELAH BERHASIL MEMBERIKAN SEBUAH KEHORMATAN BAGI BANGSA KITA.

      BILA HUJAN TURUN, BELUM TENTU DISENANGI OLEH SEMUA ORANG, ADA YG MENGELUH KARENA JEMURAN NYA TIDAK KERING, ADA YG SENANG KARENA SAWAHNYA TELAH BERAIR KEMBALI.
      SEHARUSNYA KITA BISA MENERIMA APAPUN KEADAAN ITU DENGAN IKHLAS DAN LAPANG DADA, KARENA ITU SEMUA SUDAH TAKDIR DARI YG DIATAS.
      BEGITU JUGA DGN PAK HARTO , APAPUN TINDAKAN BELIAU ADA YG PRO DAN KONTRA, TAPI KITA HARUS BISA MENILAI SECARA OBJEKTIV.

    • papuapost 1:58 pm on Januari 30, 2008 Permalink | Balas

      Terimakasih atas komentar Ria, yang secara prinsipil benar-benar betul. Ada dua sisi yang harus diliha: pertama sisi kemanusiaan, dan kedua dari sisi perilaku kemanusiaan itu. Memang semua orang punya salah dan benar, ada hujan dan ada kemarau, tetapi itu tidak berarti jemuran pakaian itu tidak bisa kering gara-gara hujan, karena ada akal manusia untuk menjemurnya dengan cara lain. Demikian pula, di musim kemarau juga bisa ada pengairan untuk mengairi sawah-ladang. Kalau kehujanan, maka manusia sepatutnya menghitung waktu panen dan waktu menuai secara tepat. Manusia sepatutnya bisa membaca bahasa alam, karena manusia itu sendiri adalah makhluk alam dan bagian dari alam. Tetapi oleh karena dibutakan oleh kebutuhan ekonomi, maka suara hatinurani alamiah dimatikan, akhirnya suara alamiah mati.

      Demikian juga dengan Pak Harto, beliau adalah manusia, dan memiliki kelemahan dan kelebihan, tetapi masalahnya apakah kemanusiaan Almarhum itu benar-benar manusiawi? Apakah kesalahan yang ia lakukan itu karena lalai, khilaf, atau karena tak sanggup menghentikan hujan mengguyur sawahnya, karena tak sanggup mengairi sawahnya? Ataukah karena ia sebagai manusia berikhtiat dan memaksakan kehendaknya kepada manusia-manusia dan bangsa lain sehingga menyebabkan hujan dan kemarau bagi sawah-dan-landang suku-bangsa lain di Indonesia?

      Semua manusia yang pernah dilahirkan mau tak mau harus mati. Tetapi tidaklah manusiawi kalau kematian orang manusia lain itu dipaksakan dan dikomando oleh orang manusia lain, karena kita tidak diberi hak untuk mencabut nyawa orang manusia lain, entah dengan alasan apapun.

      DILIHAT DARI SISI POSITIVE: Memang betul, ada banyak orang Indonesia yang merasakan betapa tenang, damai, aman dan tenteram kehidupan ini sewaktu beliau berkuasa. Tetapi saat orang Papua keluar ke konteks NKRI, kita perlu melihatnya dalam konteks dunia pula, yaitu kenyataan bahwa ternyata kenyamanan, ketenteraman, kedamaian, dan ketengan itu bukan karena dan atas dasar kemampuan orang Indonesia sendiri, sebagaimana seharusnya, seperti kampanye Berdiri atas kaki sendiri (berdikari) oleh Soekarno. Berdikari artinya tidak punya hutang melebihi hutang-hutang negara lain, sampai-sampai NKRI ini dalam waktu raktusan tahun-pun tak akan pernah melunasi hutang.

      Jadi, segala yang baik atas dasar berutang kepada orang lain sepantasnya tidak menjadi pujian.

      KESIMPULAN SEMENTARA:

      Baik dalam konteks NKRI maupun dalam konteks Papua Barat, apa yang telah terjadi, secara manusiawi, adalah hal-hal yang tidak wajar, tidak manusiawi, tidak seharusnya terjadi: Pelanggaran HAM di sana-sini, dan menggali lubang lalu menutup lubang dengan menggali lubang baru, berhutang sana-sini. Bagaimana bisa dikatakan sebuah keluarga itu tenteram dan lebih baik, seoarng ayah panutan kalau sang ayah bekerja setiap saat gali lubang tutup lubang? Lalu meninggalkan galian-galian itu buat anak-cucunya cari akal menutupnya? Apakah ini manusiawi?

    • nourou 1:48 pm on Maret 24, 2009 Permalink | Balas

      walaupun suharto orang jawa tapi kan g semua orang jawa yang kejam dan jahat seperti itu.dan dia bukan raja jawa karena yang saya tau raja jawa itu bertugas sebagai pengayom rakyat.

    • peter 12:27 am on Oktober 14, 2009 Permalink | Balas

      soeharto adalah penjahat terbesar yg ada di dunia ini semoga tuhan memberikan tempatnya di neraka……………..

    • orang timur 3:19 pm on Januari 29, 2010 Permalink | Balas

      SEBAIKNYA PROGRAM TRANSMIGRASI DI HAPUS SAJA. KARENA ITU MERUPAKAN PENJAJAHAN MODEL BARU BANGSA JAWA TERHADAP SUKU BANGSA LAIN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS JAWA BHINEKA TUNGGAL IKA..

    • gituajekokrepot 9:41 pm on Agustus 28, 2010 Permalink | Balas

      Sebenernya mau jawa yg berkuasa kek, atau padang, atau sulawesi yg penting kan kita satu. Kalo mau simpelnya kita punya 2 ras: melayu dan melanesia. Hari gini udh gak jaman kita bercerai berai, ayo mau melayu atau melanesia bersatu! Mari kita saling membantu untuk kemajuan kita!

      • helukasem 4:08 pm on Agustus 23, 2011 Permalink | Balas

        sekarang mulai hari ni sampai selanjutnya berhenti transmigarasu otonomi di tanah papua hentikan masayarakat korban diatas korban haibi masyarakat saya

    • nusnyari 2:00 pm on Oktober 8, 2011 Permalink | Balas

      ria…. memang itu kenyataan..kalo memang dia bukan orng jahat..indonesia dgn negara kepulaun tak cock dgn bentuk negara kesatuan, hrs federal, dan bukan kekuasaan otoriter, dengan bgthu sistem ke daerah bukan bersifat dekonsentrasi tetapi sentralisasi ya artinyatdk memberi keleuasaan kpd daerh utk mengurus daerahnya sendiri..mala memusatkan kepengurusan semua pada pemerintah pusat kalo coba demokrasi dgn sistem desentralisasi.. tp khn dah terbukti kalo itu semua cuman karena orng tak punya hati…kalo dia punya hati dan mau men yatukan hrs menggunakan sitem pemerintahan yang menguntungkan semua daerah agar pembangunan merata.. katax bhineka tunggal ika… yang didapat dr daerah2 dgn makna atau moto negara kita ini… jd bagi kami dah bazi blng orng itu baik… dengan kekuasaanny yg selama 35 tahun tak ada kemajuan dikitpun di kami apaka itu yg di sebut dgn orng baik.. seharux kamu dlm berbicara harus melihat fakta lapngan jgn cuman pidatox aja…. yg lebih mengerikan tdk membangun malas mensusahkan masyarakat kita dgn program transmigrasi harus bersaing di pasar lg..itu apa namax…. datangkn bencana aja….

      gituajakorepot..hahahaha jgn asal bunyi mas….. bersatu tp kita tanah yg kaya raya… bgmn mau bersatu kalo daerha kayax tp masyarakatx tetap terbelakang.. mending cerai..kita bisa urus kekayaan kita sendiri..dr pada gabng dgn perampok2 yang akan merampok habis kekayaan kita…

    • Mboh sakkarepmu 6:07 pm on Desember 5, 2012 Permalink | Balas

      Ayo,dukung nasionalisasi PTFreeport,dan sita harta suharto untuk bayar utang luar negeri

    • Mboh sakkarepmu 6:08 pm on Desember 5, 2012 Permalink | Balas

      Ayoooooooooooo,dukung nasionalisasi PTFreeport,dan sita harta suharto untuk bayar utang luar negeri

    • Mboh sakkarepmu 6:10 pm on Desember 5, 2012 Permalink | Balas

      Aaaaaaayyyyyyoooooooooooo,dukung nasionalisasi PTFreeport,dan sita harta suharto untuk bayar utang luar negeri

    • heluka 4:08 pm on Januari 10, 2013 Permalink | Balas

      pemerintah papua yang mekarkan propinci baru diatas tanah tanha papua bukan mmembagun tatapi menjatukan rakyat papau maka kami masyarakat diatas tanah papua toko adat toko pemuda barbagai masyarakat menyatakan a7 pememakaran di hentikan karena papua bukan minta pembagunan tidak kami mau itu mau merdeka bukan minta ang minta progaram tidak 100/% katakan tidak tidak

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal