Tagged: etnosida Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Papua Post 8:21 am on July 2, 2010 Permalink | Balas
    Tags: asimilasi, etnosida   

    Islam Beri Perubahan Budaya Muslim Wamena 

    geliat-islam-di-nuwaar-bela JAYAPURA—Nilai-nilai ajaran Islam memberi perubahan yang cukup signifikan pada budaya masyarakat Muslim di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

    Hal ini diakui Koordinator Muslim Wamena yang bermukim di Angkasa, Kota Jayapura, H.Robi W.Asso di Jayapura, Selasa menanggapi perkembangan Islam dan umat Muslimin di Wamena.

    "Harus diakui bahwa tidak mudah mengubah kondisi sosial kultur masyarakat Wamena yang telah berakar agar sesuai dengan tuntunan Syariat Islam," ujarnya.

    Namun demikian lanjutnya, perubahan pola hidup yang sesuai dengan ajaran Islam adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan setiap Muslim. Oleh sebab itu, banyak upaya telah ditempuh untuk merealisasikan hal tersebut.

    "Kami mulai dari generasi muda, yakni anak-anak kami asramakan, kami didik dan bina mereka secara pelan-pelan dengan nilai-nilai Islam yang langsung dilakukan dalam hidup keseharian," jelas Robi.

    Setelah itu, generasi orang tua pun lambat laun ikut dalam perubahan kehidupan yang tercermin dari tingkah laku dan sikap anak-anak mereka secara Islami.

    Dicontohkannya perubahan tersebut tampak pada penghargaan masyarakat Wamena sebagai bagian dari komunitas pegunungan Papua atas kepemilikan babi yang dinilai sangat tinggi. Menurut Robi, nilai babi yang tinggi bagi masyarakat Wamena ditunjukkan dengan kenyataan bahwa jika seorang lelaki tidak memiliki hewan itu, maka dirinya tidak akan pernah bisa menikah. Tapi kondisi itu telah berubah dengan digantinya babi dengan binatang ternak lainnya yang dihalalkan dalam Islam yakni sapi dan kambing. "Di kampung kami, babi kini sudah tidak lagi dipelihara karena masyarakat sudah menggantinya dengan sapi atau kambing," jelas Robi.

    Islam masuk pertama kali di Kabupaten Jayawijaya sekitar 1968 hingga 1969 lalu, tepatnya di Kampung Walesi. Kini Islam telah berkembang di 13 kampung di Wamena dan sudah berdiri tujuh masjid serta sejumlah musholla.(ant)

     
    • wetipo 4:40 pm on September 12, 2010 Permalink | Balas

      Islam kokoh di Lembaha Balim Suku Dani Jayawi Jaya Papua kedepan merupakan suatu kenyataan

    • Burhan ABdullah 12:20 am on September 19, 2010 Permalink | Balas

      Saya ingin mengirimkan bingkisan utk Saudaraku Muslimin/Muslimat Wamena yang shalat di TV masih belum tertutup auratnya. Saya minta dikirimkan alamat lengkap dikirimkan alamat Koordinator Muslim Wamena, H.Robbi W.Asso. > Burhan Abdullah, Jakarta (08557771888)..

      • imranasso 5:16 pm on Oktober 4, 2011 Permalink | Balas

        Assalamualaikum.wr.wb.
        Kami secara pribadi mohon maaf..Sebelumnya Saya secara pribadi mohon maaf kerena berita yang Bapak Muat ini Bulan September 2010 cukup lama tapi karena saya baru lihat Pak Burhan Abdullah Al hamdulillah ya kalau Bapak mau berikan bantuan kepada kami Khususnya Muslim Wamena Kab.Jayawijaya kami sngata berterima kasi..
        dan kalau kami boleh tau…Jenis banttuannya seperti apa……Imran Kanwil Kemenag Prov. Papua Jayapura…

    • imran asso 6:12 pm on Februari 23, 2011 Permalink | Balas

      Ass. Sebelumnya Saya secara pribadi mohon maaf kerena berita yang Bapak Muat ini Bulan September 2010 cukup lama tapi karena saya baru lihat Pak Burhan Abdullah sekali lagi saya minta maaf..sebetulnya memang kalau Bapak mau berikan bantuan kepada kami Khususnya Muslim Wamena Jayawijaya kami sngata berterima kasi.

    • imranasso 5:51 pm on Oktober 4, 2011 Permalink | Balas

      Assalamualaikum.wr.wb.
      Kami secara pribadi mohon maaf..Sebelumnya Saya secara pribadi mohon maaf kerena berita yang Bapak Muat ini Bulan September 2010 cukup lama tapi karena saya baru lihat Pak Burhan Abdullah Al hamdulillah ya kalau Bapak mau berikan bantuan kepada kami Khususnya Muslim Wamena Kab.Jayawijaya kami sngata berterima kasi..
      dan kalau kami boleh tau…yang Bapa memberikan jenis banttuannya itu seperti apa……karena saya secara pribadi dan selaku anak muslim wamena sangat tidak setuju…. untuk mengatas namakan dan membawa-bawa nama ya kata lain menatasnamakant..Muslim wamena dalam kepentingan pribadi….kami mohon kalau ada seperti itu lagi tolong hubungi kami di No. Hp. 081248042236..
      Imran Asso Kanwil Kementerian Agama Prov. Papua Jayapura. Wassal.

  • Papua Post 10:55 am on June 6, 2010 Permalink | Balas
    Tags: bio-terrorism, , etnosida   

    Demo DAP Dibubarkan 

    STOP : Massa Dewan Adat (DAP) saat dihadang oleh aparat Kepolisian di jalan Sosial Padang Bulan Distrik Hedam

    STOP : Massa Dewan Adat (DAP) saat dihadang oleh aparat Kepolisian di jalan Sosial Padang Bulan Distrik Hedam

    STOP : Massa Dewan Adat (DAP) saat dihadang oleh aparat Kepolisian di jalan Sosial Padang Bulan Distrik Hedam

    JAYAPURA [PAPOS] -Massa Dewan Adat Papua (DAP) yang dipimpin oleh Dominikus Rerabut dalam perjalanan menuju gedung DPRP untuk melakukan aksi unjuk rasa dihadang aparat Kepolisian di Padang Bulan-Distrik Heram, Jumat (4/6) kemarin.

    Massa DAP itu hendak menyampaikan aspirasi ke DPRP tentang penhentian pemasukan Minuman Keras (Miras) ke Papua, terpaksa dicegat aparat Kepolisian lantaran aksi massa itu tidak mempunyai ijin resmi.

    Diperkirakan ada sekitar 50 orang massa DAP, awalnya mereka kumpul di Ekspo Waena, kemudian melakukan perjalana dengan menggunakan dua truk dan satu mobil Suzuki Cerry.

    Namun di tengah perjalanan tepatnya di jalan Sosial Padang Bulan, massa menghentikan langkahnya, karena dihadang dua SST Dalmas Polresta Jayapura yang dipimpin oleh Kasat Samapta AKP Arnolus Korwa.

    Koordinator aksi langsung melakukan negosiasi dengan pihak Kepolisian, agar massa bisa melanjutkan perjalanan, namun pihak Kepolisian tidak memberi kesempatan massa untuk melanjutkan perjalanan.

    Sempat terjadi ketegangan saat proses negosiasi, karena massa aksi memaksa untuk tetap melanjutkan aksinya, sedangkan aparat Kepolisian menghimbau agar massa segera membubarkan diri.

    Koordinator aksi Dominukus Resabut ketika dimintai keterangan terkat aksi yang dilakukan mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan oleh DAP mempunyai satu tujuannya yakni, menyampaikan kepada DPRP, agar pemerintah harus menghentikan pemasukan Miras di Papua.

    “Miras merupakan sumber kriminalitas di Papua, Miras dapat memusnahkan generasi muda, bahkan etis Papua yang hudup diatas tanah ini, namun DAP sangat kecewa terhadap aparat Kepolisian karena maksud baik yang akan dilakukan DAP,”katanya.

    Menyoal surat pemberitahuan tentang aksi tersebut, pihak DAP telah dilayangkan kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Papua tiga hari yang lalu sesuai prosedur.

    Sementara itu, Kasat Samapta Polresta Jayapura AKP Arnolus Korwa ketika dimintai keterangan mengatakan, aksi tersebut sampai saat ini belum ada ijin.

    Walau mengatakan memang pihak pelaksanaan aksi telah mengajukan surat pemberitahuan kepada Polda Papua, namun sampai aksi dilakukan belum ada surat tembusan ijin kepada pihak Polresta Jayapura.

    “Kami punya hak membubarkan aksi, sebab aksi yang dilakukan berada di wilayah hukum Polresta Jayapura,”jelasnya.

    Kasat menambahkan, pihak Polresta Jayapura tidak melarang siapapun untuk melakukan aksi demo atau menyampaikan pendapat di depan umum, asalkan dilakukan sesuai prosedur.

    ”Harus menunggu sampai surat ijin diterbitkan, barulah bisa melakukan aksi,”kata AKP Arnolus Korwa.[eka]

    Ditulis oleh Eka/Papos
    Sabtu, 05 Juni 2010 00:00

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal