Penolakan atas Rencana Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Ke Jerman

Penolakan atas Rencana Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Ke Jerman

Setelah berita yang simpang siur mengenai rencana kunjungan kerja Panita Khusus Rancangan
Undang-Undang Pemerintahan Daerah, kini nampaknya kunjungan tersebut diperkirakan akan
terlaksana pada minggu-minggu ini, dari 18 sampai 30 November 2012.
Merujuk pada tuntutan PPI Berlin/Jerman dan PCI NU Jerman atas kunjungan kerja DPR RI
komisi I ke Jerman pada April 2012 lalu yang belum terpenuhi dan untuk mengantisipasi
rencana Kunjungan Kerja ini, maka kami PPI Berlin, PCI NU Jerman dan Watch Indonesia!
menyatakan penolakan rencana kunjungan kerja tersebut dengan alasan:
1. Sebaiknya mereka lebih memfokuskan diri pada masalah-masalah di tanah air terutama yang
berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DPR RI yang sedang mendapat sorotan dan kritikan
tajam dari berbagai pihak.
2. Hendaknya mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hal yang
akan mereka studibandingkan dengan mengandalkan informasi-informasi serta kerjasama dengan
lembaga-lembaga lokal –local wisdom– mengingat adanya perbedaan yang cukup kontras antara
Indonesia dan Jerman dalam hal system dan tata kelola pemerintahan-kenegaraan, tata hukum,
struktur sosial dan budaya. Karenanya kami menilai kunjungan mereka seperti ini tidak
bermanfaat bagi kepentingan kita di Indonesia.
3. Kami tetap menuntut adanya transparansi atas kunjungan kerja, berupa tujuan kunjungan
kerja, biaya perjalanan, akomodasi selama kunjungan kerja, jadwal kunjungan kerja selama
di luar negeri, materi-materi yang dibicarakan, dan partner kerja di tempat tujuan. Hal
tersebut seharusnya dipublikasikan secara resmi yang bisa diakses oleh masyarakat secara
luas dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan sebelum keberangkatan.
4. Menuntut adanya publikasi hasil konkret dari kunjungan-kunjungan kerja keluar negeri
yang selama ini dilakukan oleh DPR RI, terutama dalam konteks kunjungan ke Jerman pada
April 2012 lalu, di mana hasil kunjungan kerja Komisi I DPR RI tersebut sampai saat ini
belum dipublikasikan secara resmi.

Kami yang menyatakan:
1. PPI Berlin
2. PCI NU Jerman
3. Watch Indonesia!