Jemput Jenazah Disambut Isak Tangis

Written by Loy/Amros/Tom    
Wednesday, 26 October 2011 00:00

DITERBANGKAN :Jenazah AKP. Dominggus Oktovianus Awes ketika hendak diterbangkan menggunakan pesawat Trigana Air Service dari Mulia ke bandara Sentani, Selasa (25/10) kemarin.

SENTANI [PAPOS]- Jenasah Kapolsek Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, AKP. Dominggus Oktovianus Awes yang tewas ditembak orang tak dikenal [OTK], Senin [24/10], akhirnya diterbangkan dari Bandara Mulia menuju bandara Sentani dengan menggunakan penerbangan twin other, Trigana Air jenis PK-YRU, Selasa [25/10] sekitar pukul 11.30 Wit.

Jasat korban yang sudah dimasukan dalam peti mayat berbalutkan bendera merah putih. Sontak saja kedatangan jenazah almarhum disambut isak tangis keluarga yang sudah sekitar satu jam menunggu. Rasa sedih sedih nampak pada setiap orang yang menunggu di pintu kedatangan gudang Trigana Air Service.

Tidak hanya pihak keluarga, aparat kepolisan Polres Jayapura yang dipimpin langsung Kapolres Jayapura, AKBP.Mathius D Fakhiri, SIK, turut aktif dalam penjemputan jenazah almarhum.

Pantauan koran ini di Bandara Sentani, Setelah jenazah diturunkan dari pesawat, tangis dan air matapun tak dapat terhindarkan dari keluarga maupun rekan kenalan almarhum.

“Tidak kami duga secepat itu, kau pergi untuk selamanya,” begitulah suara tangisan yang keluar dari bibir pihak keluarga mengekspresikan kesedihan mereka saat melihat jenazah almarhum hendak diturunkan dari pesawat ke mobil ambulance.

Jenazah almarhum langsung dimasukan kedalam mobil ambulance yang diiring-iringi mobil patroli polres jayapura, langsung diantar menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Youwari untuk kepentingan otopsi.

Pihak keluarga, yang tadinya memadati bandara sentani menjemput kedatangan jenazah almarhum, sebagiannya ikut dalam iring-iringan menuju RSUD Youwari untuk terlebih dahulu otopsi jenazah. Sedangkan sebagian keluarga lainnya ada yang langsung menunggu di rumah duka kompleks asrama polri samping polsek Sentani Kota.

Naik Pangkat

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo memberi kenaikan pangkat Anumerta pada Kapolsek Mulia, Ajun Komisaris Dominggus Otto Awes, yang gugur saat bertugas melakukan pengamanan di Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Senin [24/10] siang.

“Mabes Polri menaikkan pangkat almarhum dari AKP menjadi Kompol Anumerta, dia gugur dalam melaksanakan tugas. Skepnya tertulis sejak tanggal 24 Oktober 2011 dan baru kami terima,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Wachyono saat diitemui wartawan di Mapolda Papua, Selasa [25/10] kemarin.

Kabid Humas mengakui, evakuasi jenazah Kapolsek Mulia sempat tertunda satu hari karena cuaca buruk, dan hari ini [Selasa,red] baru bisa diterbangkan ke Jayapura untuk di makamkan di Taman Makam Bahagia [TMP] Waena.  ”Jenazah almarhum Dominggus Otto Awes akan dimakamkan di Taman Makam Bahagia [TMP] Waena, hari ini, Rabu [26/10]. Rencana pemakaman almarhum akan dihadiri, Gubernur Papua, Kapolda dan Pangam XVII/Cenderawasih serta muspida,” ungkapnya.

Ketika disinggung pelaku penembakan. Wachyono mengatakan, aparat masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. dimana ciri-ciri pelaku, baik postur atau tinggi badan sudah diketahui aparat. ”Aparat kami masih melakukan pengejaran dan pencarian lebih lanjut di Puncak Jaya,” imbuhnya.

Untuk saksi sendiri, menurut dia, penyidik Polres Puncak Jaya sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang melihat kejadiaan. Namun jumlah saksi yang diperiksa, pihaknya belum mengetahi secara pasti. ”Saya tidak tahu jumlahnya, tapi yang jelas saksi sudah diperiksa, bahkan sudah dilakukan olah TKP,” tukasnya.

Disinggung soal lemahnya pengamanan di Bandara Mulia. Kabid Humas menyebutkan bahwa jumlah bandara di Papua cuku banyak, belum termasuk lapangan terbang perintis yang minim pengamanan. Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi pengamanan di setiap Bandara yang ada di Papua.

Hal itu penting, mengingat para kelompok sipil bersenjata ini kerap menyerang anggota yang dalam posisi sendirian, termasuk pos-pos terpencil. ”Bandara di Papua banyak, belum lagi lapangan perintis, yang ada hanya pos polisi, tidak ada pengamanan lebih. Demikian juga patroli hanya dilakukan dua orang saja,” katanya.

Dia juga mengakui Polda Papua sering melakukan himbauan kepada anggota agar saat melaksanakan tugas tidak seorang diri. ”Sudah sering kami himbau anggota, terutama di pos-pos terpencil, apalagi medan dan jarak pos satu dengan pos lainnya jauh,” tandasnya.

Bahkan kata Kabid Humas, Polda Papua juga berencana menambah jumlah personel sebanyak 260, sebelum tangga 30 Oktober untuk menjaga kamtibmas di Paniai dan Puncak Jaya. ”Rencana akan ada tambahan 260 personel untuk melakukan pengamanan di Paniai dan Puncak Jaya, diluar anggota yang sudah ada di pos-pos di daerah baik Polri atau TNI yang sudah melekat di sana,” katanya.

Perlu Dibuktikan

Sementara itu ditempat terpisah Ketua Komis A DPR Papua Ruben Magay,S.IP mengatakan tewasnya Kapolsek Mulia Kabupaten Puncak Jaya Papua, Ajun Komisaris Polisi Dominggus Oktavianus Awes yang disinyalir dilakukan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka [OPM] perlu dibuktikan agar tidak menimbulkan polemik yang berkembang pada masyarakat.

Aneh memang kata dia, setiap kali terjadi kekerasan dan kekacauan di tanah Papua, aparat selalu menuding OPM pelakunya, tanpa disertai pembuktian yang jelas dan kuat. Padahal pelakunya belum tentu OPM. Untuk itu, aparat diminta agar bekerja profesional tanpa memunculkan opini. Kita harus menggunakan azas praduga tak bersalah. kecuali aparat sudah melakukan investigasi dan mengetahui pelakunya barulah bisa mengarahkan pelaku untuk diproses Hukum.

Bila memang itu dilakukan OPM maka buktikan. Jangan asal bicara saja. siapa saja pun dia jika memang bersalah harus diproses hukum,’’ tegasnya.[loy/amros/tom]