Tiga Tewas Ditembak di Timika

Written by Bel/Ant/Papos    
Saturday, 22 October 2011 00:00

TIMIKA [PAPOS]- Juru bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait membenarkan terjadinya penembakan oleh gerombolan tak dikenal di areal operasi perusahaan itu yang mengakibatkan tiga orang tewas, Jumat pagi.

Menurut Ramdani, berdasarkan laporan yang diterima dari pihak yang berwenang, penembakan terjadi di jalur akses di area dataran rendah.Lokasi penembakan pada Jumat pagi berjarak beberapa mil bagian utara dari lokasi penembakan pada 14 Oktober 2011.

“Laporan awal yang kami terima dari otoritas pemerintah mengindikasikan bahwa penembak tidak diketahui, mengakibatkan satu orang karyawan kontraktor dan dua orang non karyawan meninggal dunia serta satu orang non karyawan mengalami cidera,” ujar Ramdani.

PT Freeport menyatakan sangat berduka atas meninggalnya salah seorang karyawan perusahaan kontraktor yang diketahui merupakan karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) maupun dua warga lainnya yang diketahui berprofesi sebagai pendulang tradisional.

Hingga Jumat siang belum diketahui identitas tiga korban tewas akibat penembakan oleh gerombolan bersenjata tersebut. Jenazah tiga korban saat ini sudah dievakuasi ke Klinik Kuala Kencana.

Tewas Tertembak

Seorang staf PT Kuala Pelabuhan Indonesia, salah satu perusahaan privatisasi PT Freeport Indonesia, tewas ditembak gerombolan bersenjata tak dikenal di Mil 39 ruas jalan Timika menuju Tembagapura, Papua, pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIT.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di Timika, Jumat menyebutkan sekitar pukul 06.00 WIT terdengar suara tembakan di Mil 39, sekitar 100 meter sebelum jembatan Sungai Ajikwa di Mil 40. Mendengar itu, sejumlah aparat Satgas Pengamanan PT Freeport mendatangi lokasi kejadian dan menemukan seorang pendulang tradisional mengalami luka tembak di lengan kirinya.

Aparat juga menemukan seorang staf PT KPI yang sudah dalam kondisi meninggal dunia tergeletak di lokasi kejadian. Kedua korban langsung dilarikan ke Klinik Mil 38 dan selanjutnya dibawa ke Kuala Kencana.Akibat kejadian tersebut, saat ini akses transportasi dari Kuala Kencana menuju Tembagapura dan sebaliknya sudah ditutup.

Kapolres Mimika, AKBP Deny Edward Siregar hingga saat ini belum bisa dimintai tanggapannya terkait kejadian tersebut. Dalam sepekan terakhir, insiden penembakan oleh orang tak dikenal di areal PT Freeport sudah dua kali terjadi. Pada Jumat [14/10], tiga karyawan PT Puri Fajar Mandiri ditembak hingga tewas oleh segerombolan orang bersenjata yang tak dikenal di ruas jalan Tanggul Timur menuju Kampung Nayaro tepatnya di Mil 37.

Aksi sabotase terus meningkat di areal kerja PT Freeport Indonesia dalam beberapa pekan terakhir terutama sejak terjadi bentrokan antara aparat kepolisian dengan karyawan Freeport di Terminal Gorong-gorong Timika, Senin [10/10].

Aksi sabotase yang dilakukan berupa rentetan penembakan oleh gerombolan bersenjata tak dikenal, pemblokiran ruas jalan poros dari Pelabuhan Portsite Amamapare menuju Tembagapura oleh karyawan tepatnya di Mil 27 dan Check Point 1 Bandara Mozes Kilangin Timika, pemotongan pipa yang mengalirkan konsentrat dari Tembagapura menuju Pelabuhan Portsite Amamapare di Mil 45 dan lainnya.

OTOPSI JENAZAH

Dua dari tiga jenazah korban penembakan oleh gerombolan orang bersenjata di Mil 40 dan Mil 38 areal PT Freeport Indonesia, pada Jumat siang dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Provinsi Papua untuk menjalani proses otopsi.

Kedua jenazah atas nama Etok Laitawono (29) asal Pulau Kisar Maluku Tenggara Barat Jauh dan Yunus (21) asal Buton Sulawesi Tenggara sebelumnya sempat disemayamkan untuk sementara waktu di kamar jenazah Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika setelah dievakuasi dari Mil 40.

Sementara satu jenazah lainnya atas nama Aloysius Margana, karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI), dibawa menuju Kuala Kencana untuk menjalani proses identifikasi.Keluarga para korban terlihat sangat terpukul atas meninggalnya Etok dan Yunus akibat diberondong peluru oleh gerombolan orang bersenjata tidak dikenal.Beberapa di antara mereka menangis histeris dan maronta-ronta sembari mengutuk para pelaku yang telah melakukan perbuatan keji tersebut.

“Mengapa mereka bunuh adik saya, adik saya tidak punya salah apa-apa,” teriak seorang perempuan setengah baya yang diketahui merupakan keluarga almarhum Yunus begitu jenazah kerabatnya tersebut digotong petugas dari kamar jenazah RSMM ke mobil ambulans untuk dibawa ke RSUD Mimika.

Ia menuturkan, almarhum Yunus baru dua hari berangkat ke lokasi pendulangan di Kali Kabur (Sungai Ajikwa) tepatnya di Mil 40 untuk menjaga kios milik Pa Mila yang menjual bahan pokok seperti beras, mie instan untuk dijual kepada para pendulang.

Warga lainnya, Nur Maromon selaku kakak dari almarhum Etok Laitawono mengatakan sangat kaget setelah mendapat informasi bahwa adiknya telah meninggal dunia karena ditembak oleh gerombolan orang bersenjata.”Kami kaget dapat informasi bahwa Etok meninggal karena tadi malam dia masih telefon ke rumah sekitar jam 9.00 (21.00) WIT,” kata Nur.

Keluarga almarhum Etok ikhlas menerima kematian saudara mereka dan meminta petugas untuk membawa pulang jenazah Etok tanpa harus diotopsi. “Kami mau bawa pulang, tidak perlu diotopsi. Kami sudah beritahukan ke orang tua di kampung,” tutur Nur yang merupakan warga Jalan Serui Mekar Kelurahan Koperapoka Timika.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di Timika menyebutkan kasus penembakan oleh gerombolan orang bersenjata tidak dikenal tersebut terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIT di tiga lokasi berbeda dalam waktu bersamaan yaitu di Kamp Pendulang di Mil 40 dan di Mil 38.

Gerombolan orang bersenjata yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang dilaporkan menembaki beberapa kios milik para pendulang di pinggir Kali Kabur (Sungai Aijkwa) di Mil 40 yang mengakibatkan Etok dan Yunus tewas dan seorang warga lainnya terluka.Etok terkena tembakan peluru pada punggung kiri, sedangkan Yunus terkena tembakan peluru di bawah ketiak kiri.

Sedangkan almarhum Aloysius tertembak di tulang rusuk kanan saat sedang mengemudikan kendaraan LWB jenis Fort Rider dari arah Mil 40 ke Mil 38 untuk menjemput para karyawan yang hendak berangkat kerja.[bel/an]