Karyawan Minta Mogok Hingga 18 Juli

Check out this website I found at bintangpapua.com

Karyawan Minta Mogok Hingga 18 Juli

Ribuan Karyawan Freeport yang melakukan aksi demo, mereka tertahan di pintu masuk Kuala Kencana karena dihadang petugas. Aksi mogok yang menuntut peningkatan kesejahteraan ini diprediksi bakal berlanjut hingga 18 Juli. (Hadmarus/binpa)

MIMIKA- Sepertinya, aksi mogok ribuan karyawan Freeport Indonesia, masih akan berlanjut beberapa hari lagi. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika di hadapan forum pertemuan penyelesaian permasalahan perburuan mengatakan, karyawan bersama SPSI PTFI telah mengajukan surat perpanjangan mogok karyawan dari tanggal 11 hingga 18 Juli mendatang. “ Dinsostenakertrans Kabupaten Mimika telah menerima surat perpanjangan mogok dari SPSI PTFI. Dengan surat ini berarti mogok akan lanjut hingga tanggal 18 Juli mendatang. Resiko dari mogok berarti aktifitas perusahaan tidak akan jalan hingga tanggal yang sudah ditentukan, dan pemerintah daerah mengharapkan manajemen segera mengambil langkah supaya ada titik temu penyelesaian kasus perbutuan ini,” terang Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika, Dionisius Mameyao, SH.M.Si kepada wartawan di Timika usai mengikuti pertemuan di ruang sidang DPRD Mimika.

Dionisius mengatakan dirinya telah menyampaikan surat perpanjangan aksi mogok tersebut kepada semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut. Tugas pemerintah, memfasilitasi pertemuan agar cepat selesai dengan mengajukan sejumlah anjuran-anjuran. Menanggapi soal lanjutan aksi mogok karyawan, pimpinan DPRD Mimika meminta manajemen PTFI dan SPSI bersama karyawan agar segera menuntaskan masalah ini. Kedua belah pihak sedapat mungkin menyelesaikannya dengan kepala dingin. “ Memang ini pilihan yang cukup sulit, mau tidak mau pemda bersama dewan perlu memberitahukan kedua belah pihak untuk saling mendengar, saling menerima masukan, pemikiran. Saya piker berbagai pemikiran dari dewan, muspida dan pemda sudah jelas cepat selesai masalah ini dengan langkah-langkah yang sudah ditempuh. Dewan hanya minta agar usulan dari kedua belah pihak jangan berubah terus menerus,” kata Ketua DPRD Mimika Trifena M Tinal, BSc.
Berkaitan dengan desakan SPSI untuk menghadirkan pemilik saham James Moffet, Trifena mengatakan karena ini aspirasi dari karyawan bagaimanapun Moffet harus datang bertemu dan berdialog sendiri dengan karyawan.

Deadlock
Sementara itu, pertemuan marathon sehari kemarin yang difasilitasi DPRD Mimika-Pemda di ruang sidang DPRD Mimika tidak ada kata sepakat alais deadlock. Untuk itu, dewan kembali mengagendakan pertemuan pada Senin (11/7/2011) mendatang.

Demikian dikatakan Ketua DPRD Mimika, Tifena M Tinal, BSc kepada wartawan usai memimpin pertemuan di Kantor DPRD Mimika, Jumat (8/7/2011). Pasalnya, pertemuan Senin mendatang, manajemen PTFI harus menghadirkan Presdir dan CEO PTFI Armando Mahler dan wakilnya Sinta Sirait serta beberapa wakil presdir. Presdir dan wakil presdir jajaran manajemen yang mengambil keputusan sehingga mereka wajib hadir. Pertemuan hari ini kedua belah pihak saling mempertahakan usulan masing-masing sehingga tidak ada kata sepakat. Bahkan manajemen PTFI hanya dihdiri oleh beberapa pejabat setingkat manajer yang bukan pengambil keputusan.
“ Pertemuan Senin saya harapkan pimpinan hadir untuk menengahi semua persoalan ini sekaligus memutuskan tuntutan karyawan ini. Dan pertemuan kedua ini harus ada keputusan apapun resikonya. PTFI perusahaan besar berkelas dunia, yang manajemen pengelolanya sangat bagus, kami yakin mereka bisa dating memberikan keputusan,” jelas Trifena yang sebelumnya bekerja di PT Freeport Indonesia.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Mimika, Karel Gwijangge meminta kedua belah pihak dapat menghargai forum yang telah difasilitasi Pemda dan DPRD Mimika. Pemerintah mengharapkan segera ada keputusan sehingga produksi bisa berjalan kembali. Karena terlalu lama karyawan mogok kerja, akan mempengaruhi terhadap semua mesin-mesin produksi yang ada di tambang Gresberg. Selain itu pula bila terlalu lama karyawan gelar mogok kerja akan berdampak pada situasi kamtibmas, kehidupan social ekonomi yang ada di Kabupaten Mimika.

Karel sependapat dengan rekan-rekannya yang lain untuk melanjutkan pertemuan pada Senin mendatang, dengan harapan manajemen puncak PTFI bisa hadir dan dapat memberikan keputusan yang jelas sehingga perselisihan perburuan ini dapat selesai lebih cepat. (HDM/don/lo3)- Sepertinya, aksi mogok ribuan karyawan Freeport Indonesia, masih akan berlanjut beberapa hari lagi. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika di hadapan forum pertemuan penyelesaian permasalahan perburuan mengatakan, karyawan bersama SPSI PTFI telah mengajukan surat perpanjangan mogok karyawan dari tanggal 11 hingga 18 Juli mendatang. “ Dinsostenakertrans Kabupaten Mimika telah menerima surat perpanjangan mogok dari SPSI PTFI. Dengan surat ini berarti mogok akan lanjut hingga tanggal 18 Juli mendatang. Resiko dari mogok berarti aktifitas perusahaan tidak akan jalan hingga tanggal yang sudah ditentukan, dan pemerintah daerah mengharapkan manajemen segera mengambil langkah supaya ada titik temu penyelesaian kasus perbutuan ini,” terang Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika, Dionisius Mameyao, SH.M.Si kepada wartawan di Timika usai mengikuti pertemuan di ruang sidang DPRD Mimika.

Dionisius mengatakan dirinya telah menyampaikan surat perpanjangan aksi mogok tersebut kepada semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut. Tugas pemerintah, memfasilitasi pertemuan agar cepat selesai dengan mengajukan sejumlah anjuran-anjuran.
Menanggapi soal lanjutan aksi mogok karyawan, pimpinan DPRD Mimika meminta manajemen PTFI dan SPSI bersama karyawan agar segera menuntaskan masalah ini. Kedua belah pihak sedapat mungkin menyelesaikannya dengan kepala dingin. “ Memang ini pilihan yang cukup sulit, mau tidak mau pemda bersama dewan perlu memberitahukan kedua belah pihak untuk saling mendengar, saling menerima masukan, pemikiran. Saya piker berbagai pemikiran dari dewan, muspida dan pemda sudah jelas cepat selesai masalah ini dengan langkah-langkah yang sudah ditempuh. Dewan hanya minta agar usulan dari kedua belah pihak jangan berubah terus menerus,” kata Ketua DPRD Mimika Trifena M Tinal, BSc.

Berkaitan dengan desakan SPSI untuk menghadirkan pemilik saham James Moffet, Trifena mengatakan karena ini aspirasi dari karyawan bagaimanapun Moffet harus datang bertemu dan berdialog sendiri dengan karyawan.

Deadlock
Sementara itu, pertemuan marathon sehari kemarin yang difasilitasi DPRD Mimika-Pemda di ruang sidang DPRD Mimika tidak ada kata sepakat alais deadlock. Untuk itu, dewan kembali mengagendakan pertemuan pada Senin (11/7/2011) mendatang.

Demikian dikatakan Ketua DPRD Mimika, Tifena M Tinal, BSc kepada wartawan usai memimpin pertemuan di Kantor DPRD Mimika, Jumat (8/7/2011). Pasalnya, pertemuan Senin mendatang, manajemen PTFI harus menghadirkan Presdir dan CEO PTFI Armando Mahler dan wakilnya Sinta Sirait serta beberapa wakil presdir. Presdir dan wakil presdir jajaran manajemen yang mengambil keputusan sehingga mereka wajib hadir. Pertemuan hari ini kedua belah pihak saling mempertahakan usulan masing-masing sehingga tidak ada kata sepakat. Bahkan manajemen PTFI hanya dihdiri oleh beberapa pejabat setingkat manajer yang bukan pengambil keputusan.
“ Pertemuan Senin saya harapkan pimpinan hadir untuk menengahi semua persoalan ini sekaligus memutuskan tuntutan karyawan ini. Dan pertemuan kedua ini harus ada keputusan apapun resikonya. PTFI perusahaan besar berkelas dunia, yang manajemen pengelolanya sangat bagus, kami yakin mereka bisa dating memberikan keputusan,” jelas Trifena yang sebelumnya bekerja di PT Freeport Indonesia.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Mimika, Karel Gwijangge meminta kedua belah pihak dapat menghargai forum yang telah difasilitasi Pemda dan DPRD Mimika. Pemerintah mengharapkan segera ada keputusan sehingga produksi bisa berjalan kembali. Karena terlalu lama karyawan mogok kerja, akan mempengaruhi terhadap semua mesin-mesin produksi yang ada di tambang Gresberg. Selain itu pula bila terlalu lama karyawan gelar mogok kerja akan berdampak pada situasi kamtibmas, kehidupan social ekonomi yang ada di Kabupaten Mimika.

Karel sependapat dengan rekan-rekannya yang lain untuk melanjutkan pertemuan pada Senin mendatang, dengan harapan manajemen puncak PTFI bisa hadir dan dapat memberikan keputusan yang jelas sehingga perselisihan perburuan ini dapat selesai lebih cepat. (HDM/don/lo3)