Gereja Nilai TNI Pelihara Konflik di Papua

TUESDAY, 14 JUNE 2011 21:56 MUSA HITS: 43

JUBI — Ketua sinode Kingmi di Jayapura, Papua, Beny Giay menilai hingga kini Tentara Nasional Indonesia di Papua masih memelihara konflik dan kekerasan di Papua. Tapi juga, mereka memelihara emosi dari orang Papua untuk menyuarakan ‘Merdeka.’

Menurutnya, pemeliharaan tersebut sudah terbukti. Pada 2005, Menkokesra bertandang ke Paniai meminta Tadius Yogi, pimpinan Organisasi Papua Merdeka di kawasan itu menyerah. Namun, pimpinan Kodam di Jayapura menyuruh dua orang untuk meminta agar Tadius Yogi tak menyerah. “Kodam waktu itu suruh dua orang untuk tahan dia agar tidak mengaku,” kata Beny kepada JUBI di Abepura, Selasa (14/6) sore.

Selain itu, aparat TNI juga pernah mendidik salah satu orang Papua atas nama Antonius. Dia ditraning di Surabaya lalu difasilitasi dengan senjata, kemudian dia disuruh ke Mimika. Ketika disana, keadaan Mimika tidak aman. “Tindakan-tindakan seperti ini menandakan mereka pelihara emosi orang Papua agar tetap berkelahi. Konflik tetap dipelihara. Selain itu, terus menerus menuntut merdeka lantaran diperlakukan tak ada adil. baik oleh TNI sendiri maupun orang yang sudah dilatih,” cetusnya.

Ditambahkan Beny, semua pihak perlu mengambil tindakan untuk menyikapi persoalan tersebut. Jika tak demikian, warga sipil tetap diaduhdomba. Konflik bakal terus berkepanjangan. “Hal ini harus disikapi secepatnya oleh semua pihak,” tandasnya. (Musa Abubar)