Yakin Saudaranya Masih Hidup

Kasus Hilangnya Speedboat Berpenumpang 17 Orang di Mamberamo Raya

JAYAPURA – Misteri hilangnya 17 orang penumpang Speed Boat di Mamberamo Raya, menjadi tuntutan para keluarga korban untuk mendapat penjelasan dari pihak yang berwenang. Hal itu karena, berbagai informasi yang diterima pihak keluarga korban yang memunculkan berbagai persepsi. Seperti diungkapkan oleh keluarga dari Isack P Muabuai yang menjadi salah satu korban dalam pertemuan tersebut. “Kami dari Keluarga Isack P Muabuay sangat berharap adanya kemauan kuat Pemerintah, baik itu Kabupaten Mamberamo Raya, Pemerintah Provinsi yaitu Gubernur maupuan Presiden dapat mengungkap apa yag sebenarnya terjadi pada saudara kami bersama rekan-rekannya yang dikabarkan hilang saat dalam perjalanan ke Mamberamo Raya dengan speedboat,” ungkap Ny Regina Muabuay (Kakak), Henry Muabuay (Adik) dan Anis Kogoya (Kerabat) saat bertandang ke Redaksi Bintang Papua, Kamis (9/6).

Nuansa adanya konspirasi terkait hilangnya 17 penumpang speedboat yang belakangan ditemukan di wilayah Demta, menguat dari informasi yang diterima pihak keluarga. Hal itu seperti adanya informasi pendropan makanan dengan menggunakan pesawat Helikopter ke lokasi yang diduga tempat hilangnya 17 penumpang speedboat. Yakni antara Kampung Kapeso dan Danau.
“Ada informasi yang kami terima bahwa pendropan makanan yang mungkin atas perintah Penjabat Bupati Mamberamo Raya ke lokasi hilangnya speedboat itu,” ungkapnya.

Namun hal itu, menurutnya baru sebatas asumsi atau dugaan dari pihak keluarga, dari berbagai informasi yang diterimanya. “Karena itu kami berharap kepada pemerintah untuk mengungkap sejelas-jelasnya,” ungkapnya lagi.

Informasi-informasi yang mengarah pada adanya konspirasi tersebut, dikatakan bahwa juga bisa dilihat dari keadaan keluarga pemilik speedboat yang hilang. “Mereka tampak hidup enak dan tidak ada kesan kehilangan keluarga,” ungkapnya.

Bahkan Ny. Regina Muabuay, berkeyakinan bahwa target utama terkait hilangnya speedboat berpenumpang 17 orang tersebut, yang menjadi sasaran adalah saudaranya Isack P Muabuai yang mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati saat itu. “Sebenarnya sasaran tembak adik saya Isack Muabuai. Itu jika dilihat dari cerita istrinya malam harinya sebelum dikabarkan hilang. Malam itu istrinya mendapat telepon dua kali dari Herman Taribaba untuk menanyakan kepastian keberangkatan adik saya. Padahal biasanya tidak pernah dilakukan,” jelasnya.

Kepada tim yang akan mengungkap kasus tersebut, ia memberikan sejumlah petunjuk siapa-siapa yang diduga mengetahui apa yang sebenarnya. Nama-nama tersebut adalah Dorinus Dasinapa (salah satu calon Bupati), Herman Taribaba, dan Leonard Imbiri. “Juga dua orang yang sekarang ada dalam Lembaga Pemasyarakatan di Biak, bernama John Tanati dan Esau Rumaikewi. Mereka pasti tahu, dia harus ditanya siapa yang merencanakan,” ungkapnya.
Masih menurut Ny. Regina Muabuay, bahwa istri dari Isack P Muabuai, pernah diminta oleh pejabat di Pewmerintahan Mamberamo Raya untuk mengurus surat pensiunnya. “Saya langsung melarangnya. Karena sampai saat ini belum ada keterangan dari dokter yang menyatakan Asack telah meninggal. Sehingga keluarga berhak atas gajinya,” tegasnya.

Pihak keluarga pun, menurutnya sudah putus asa akan ditemukannya saudaranya yang saat dikabarkan hilang juga menjabat sebagai Kabag Umum di Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya. “Kami berterimakasih masalah ini diungkap kembali Bintang Papua, sehingga memberi harapan baru bagi kami untuk bisa mendapatkan kejelasan nasib saudara kami,” ujarnya. (aj/don)