Kemdiknas Bahas Percepatan Mutu Pendidikan di Papua

JAYAPURA [PAPOS]- Untuk mempercepat mutu pendidikan di Papua, Kementerian Pendidikan Nasional bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua menggelar loka karya tentang percepatan mutu pendidikan di Papua di kantor Dikti Kementerian Pendidikan Nasional, Rabu [6/4] kemarin. Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan olahraga Provinsi Papua, Drs. James Modouw, M.MT, isu yang digunakan dalam pembahasan ini menyangkut pendidikan keluarga dan anak usia dini, kemudian percepatan pendidikan wajib belajar 9 tahun, penuntasan buta aksara, peningkatan mutu guru dan kualifikasi dan sertifikasi guru, pengembangan SMK terpadu. “Loka karya tentang percepatan mutu pendidikan di Papua yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional ini cuma berlangsung sehari saja dan dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Papua, Bupati, DPRD dari seluruh Papua,” ujar James Modouw kepada Papua Pos saat dihubungi, kemarin. Dikatakan, lokakarya ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan pertama kali yang diharapkan adanya sinkronisasi antara kapasitas pusat, provinsi dan kabupaten/kota.“Artinya bahwa, apa yang tersedia di pusat, provinsi serta kabupaten/kota kita padukan dan di sinkronkan, percepatan mana yang dikerjakan oleh siapa dan itu kita lakukan cepat untuk tahun ini dan tahun yang akan datang supaya hal-hal yang belum tertangani dan layanan terhadap masyarakat bisa dapat terjangkau dengan baik,” katanya. Selain itu James Modouw menegaskan, nantinya juga akan dibangun komitmen bersama untuk melihat bahwa pendidikan ini adalah sektor yang strategis yang penting untuk bisa mendongkrak kehidupan masyarakat secara luas. Artinya, khusunya untuk Papua dengan adanya segregrasi wilayah yang begitu luas, serta adanya tingkat peradaban yang berbeda-beda di berbagai lokasi, menyebabkan perhatian pemerintah perlu lebih serius dan lebih terpisah-pisah antara lokasi satu dengan lain artinya bahwa antara lokasi kota dan daerah-daerah pedalaman tentunya sudah berbeda. Begitu juga dengan orientasi pendekatan yang sudah berbeda, artinya bahwa di kota-kota orientasinya sudah kepada mutu, tetapi yang di daerah terpencil dan jauh sudah menuju ke daerah-daerah yang perluasan aksesnya yang diutamakan, serta pemerataan kesempatan yang dahulukan. “Itu adalah hal-hal yang kita upayakan dalam loka karya ini dan akan kita capai cepat. Kegiatan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional dan selanjutnya dipimpin Wakil Menteri Pendidikan Nasional dan dari Papua dipimpin langsung Sekda mewakili Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Papua mendampingi seluruh kepala dinas kabupaten/kota dan DPRD dari seluruh kabupaten/kota maupun provinsi,” tandasnya.[anyong] Written by Anyong/Papos Thursday, 07 April 2011 00:00