Biniluk Ancam Tutup Elmo dan Ijin Miras Secara Paksa

JAYAPURA—Ijin minuman keras di cabut, serta ditutupnya Sentani kiri adalah Dua hal yang disoroti oleh Ketua Sinode GIDI, Pdt. Lipiyus Biniluk, STh, dalam sambutan yang ia sampaikan pada perayaan ulang tahun Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) yang ke-48, hari Sabtu lalu (12-02-2011), di lapangan Trikora, Abepura. Bagi Biniluk, dua hal ini yang memicu terjadinya krisis moral di Papua, oleh sebab itu ia menginginkan kedua hal tersebut segera ditiadakan. Bahkan ia sempat berujar akan menutup lokalisasi pekerja seks komersial yang sering disebut ‘Sentani kiri’ alias Tanjung Elmo secara paksa, “Bila tidak segera ditutup, maka saya dan para jemaat yang akan menutup sentani kiri secara paksa,” kecam Biniluk. Dalam acara yang berthemakan “Kembali Kepada Kasih Mula-mula”, Biniluk juga menyayangkan bahwa ada satu produk miras yang khusus di buat untuk wilayah Papua, hal ini ia lihat sebagai sebuah hinaan dimana diseluruh wilayah Indonesia, hanya Papua lah yang dibuatkan miras secara khusus. “Kami selenggarakan perayaan ini dengan hati yang sedih melihat kenyataan yang ada di Papua saat ini” keluh Biniluk, ia juga menambahkan, “Masyarakat Papua harus dibangkitkan kembali melalui kasih Mula-mula,” tegasnya. Dikatakan, jemaat semakin liar karena mereka tidak terlayani dengan baik, oleh sebab itu, ia menyatakan bakal segera meningkatkan pelayanan kepada para jemaat. “Semoga Jemaat semakin dewasa, dan tunjukan kualitasnya, serta jemaat Tuhan juga harus mulai kontrol diri, serta bangkitkan rasa kebersamaan,” ujar Biniluk penuh berharap. Dalam acara ini Biniluk juga sempat melelang persembahan dari para Jemaat yang berupa bahan pangan seperti, Pisang, Ubi, dan Ayam. Beberapa pejabat yang hadir seperti, Wakil Gunernur Provinsi Papua, Alex hesegem, SE, Kepala Dinas Pertambangan dan Energy Papua, Dr. JJ Karubaba, BE, Dip, Sci,M.Sc, Calon Walikota Jayapura Thobias Salossa beserta undangan lainnya. Pada acara ini mereka memborong habis persembahan yang dilelang tersebut dengan harga yang tinggi, seperti Pisang, satu sisir di beli dengan harga Rp10 juta. Hasil dari persembahan itu, 50 persennya akan dibuat untuk pembangunan kantor GIDI di Sentani, Kabupaten Jayapura. (cr-22/roy) Ditulis oleh (cr-22/roy) Minggu, 13 Februari 2011 14:11

, ,