Pernyataan Gubernur Dapat Memperkeruh Suasana

CINDERAMATA : Gubernur Papua, Barnabas Suebu ketika menyerahkan cinderamata kepada mantan Pangdam XVII/Cenderawasih Hotman Marbun pada saat lepas sambut di Sasana Krida, Jumat [12/11] malam

JAYAPURA [PAPOS]- Gubernur Papua menyatakan video kekerasan hanya untuk mendiskreditkan pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Papua pada saat lepas sambut mantan Pangdam XVII/Cenderawasih Hotman Marbun di Sasana Krida, Jumat [12/11] malam

di Gedung Negara, Jumat [12/11] malam dan dilansir media cetak local, Hal ini mendapat tanggapan dari coordinator Kaukus Parlemen Papua, Paskalis Kosay, MM.

‘’Jadi menurut saya, apa yang disampaikan Gubernur Papua tersebut sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada. Kasus video kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap masyarakat sipil sempat beredar dikalangan luas masyarakat Papua,’’ kata Paskalis melalui SMS yang dikirim ke Papua Pos, Sabtu [13/11] pagi.

Apalagi kata politisi ulung Golkar Papua ini, sudah jelas siapa pelakunya, bahkan kasusnya pun sudah divonis bersalah dalam sidang kode etik TNI. Oleh karena itu, aneh rasanya jika Gubernur menyatakan bahwa kasus itu, hanya untuk mendiskreditkan pihak tertentu. ‘’Justru menurut saya, apa yang disampaikan oleh Gubernur tersebut dapat memperkeruh suasana kebatinan masyarakat Papua, karena kasus itu bukan rekayasa dan pelakunya jelas-jelas ada dan sudah divonis bersalah,’’ imbuhnya.

Statemen Gubernur itu juga ujar mantan wakil ketua DPR Papua ini sangat bertentangan pula dengan kebijakan dan arahan Kasad, dimana setiap anggota TNI yang bertugas di Papua harus menjadi bagian orang Papua. Artinya, siapapun dia anggota TNI yang bertugas di wilayah Papua, tanpa kecuali harus selalu menghargai orang Papua sebagai saudaranya sendiri, bukan melukai hati rakyat. [bela]

Written by Bela/Papos  
Monday, 15 November 2010 00:00