Kaukus Papua Desak Rekonstruksi Wasior

JAYAPURA [PAPOS]- Untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat pasca banjir Bandang di Wasior serta perkembangan penanganan bencana pasca tanggap darurat. Kaukus Parlemen RI dari daerah pemilihan Papua dan Papua Barat turun langsung ke Wasior.

Kunjungan berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 7 hingga 9 November. Kunjungan dimpimpin langsung oleh coordinator Kaukus Parlemen DPR-RI, Paskalis Kosay, MM.

“Kami dari kaukus Parlemen RI baru saja mengunjungi Wasior. Kami ingin melihat dari dekat sejauh mana penanganan bencana banjir Bandang yang dilakukan pemerintah,” kata koordinator Kaukus Parlemen RI, Paskalis melalui telepon selularnya, Selasa [9/11] kemarin.

Dari hasil kunjungan kelapangan menurut politisi Golkar Papua ini, pihaknya mengaku cukup prihatin melihat lambannya penanganan bencana, dimana hingga kini ujar dia pemerintah belum menyusun rencana rekonstruksi Wasior. Untuk itu, Kaukus parlemen RI mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera menyusun rencana rekontruksi Wasior.

Bahkan tandasnya yang perlu dipercepat adalah menyusun Rencana Tata Ruang [RTR] pembangunan Wasior sesuai peruntukan wilayah atau tata ruang guna menghindari kemungkinan bencana serupa. “Setelah kembali ke Jakarta, kita akan segera membuat laporan kunjungan kerja untuk disampaikan ke pimpinan DPR-RI. Kita akan meminta kepada pemerintah pusat untuk segera menyusun RTR,” katanya.

Paskalis Kossay bersama anggota kaukus parlemen lain berharap, janji-janji pemerintah harus ditepati, jangan hanya berani diucapkan hanya untuk pencitraan diri, lalu lambat atau lupa direalisasikan.

Pihaknya juga tidak akan tinggal diam begitu saja. Kaukus parlemen RI akan berupaya semaksimal mungkin bicara dengan kementerian terkait sehingga penanganan maupun penyusunan RTR bisa segera dilakukan.

Karena sampai sekarang masyarakat yang berada di Wasior masih trauma. Masyarakat butuh penjelasan, apakah lokasi tersebut masih layak dijadikan sebagai tempat hunian atau tidak. Jika tidak perlu dicari solusinya dan dibuat rencana rekontruksinya sehingga tidak sampai membingungkan masyarakat, Kasihan masyarakat, mereka sudah cukup lama menderita, katanya.[bela]

Written by Bela/Papos   
Wednesday, 10 November 2010 16:15