Komnas HAM Minta TNI/Polri Ditarik Dari Puncak Jaya

JAYAPURA [PAPOS] – Komisi Nasional Hak Azasi Manuasia [Komnas Ham] meminta agar TNI/Polri yang bertugas di kabupaten Puncak dikosongkan, terkait beredarnya video penyiksaan warga Papua di daerah tersebut.

Hal itu di sampaikan Wakil Ketua Komnas HAM, Matius Murib kepada wartawan, Kamis (28/10) kemarin di gedung DPR Papua.

Dia mengatakan, permintaan itu akan diminta langsung ke Panglima TNI, Kapolri, Pangdam dan kapolda untuk menarik seluruh pasukan dari Punjak Jaya termasuk intelejen.

Dikatakan, untuk melakukan investigasi atas beredarnya video penyiksaan terhadap warga tersebut, maka sementara Puncak Jaya harus dikosongkan dari anggota TNI/Polri.

“ Kita minta TNI/Polri kosongkan agar Komnas HAM baik dari Pusat maupun di Papua turun untuk mengcek langsung terkait beredarnya Video tersebut dan kita tidak bisa turun sebelum aparat TNI/Polri di turunkan,” ungkap Matius Murib.

Matius murib lebih jauh menyampaikan, permintaan itu batas waktu hingga bulan November mendatang, sehingga dari Tim Komnas HAM benar-benar melakukan investigasi secara bebas.

Ketika ditanya apabila pihak TNI/Polri tidak mau memenuhi permintaan dari Komnas HAM untuk melakukan penarikan pasukan dari Puncak Jaya, Matius murib menegaskan bahwa sejauh ini Komnas HAM berharap petinggi TNI/Polri akan mendukung dan memberi ruang bagi Komnas HAM untuk menarik pasukan mereka sementara ketika akan dilakukan investigasi oleh tim, tandas Murib. [loy]

Written by Loy/Papos  
Friday, 29 October 2010 00:00