Warga Mosso Trauma, Pos TNI dipindahkan

JUBI — Operasi Tumpas yang dilakukan oleh prajurit TNI era 1969 di Mosso menyisihkan trauma bagi warga setempat karena seluruh rumah mereka dibakar habis.

Ondoafi kampung Mosso, Charles Foo mengatakan Pos TNI dulunya ada di dalam kampung, tetapi warga, terutama mereka yang merasakan hidup di hutan akibat operasi tersebut masih trauma, sehingga pos tersebut di pindahkan ke tempat yang sedikit jauh dari kampung.

“Proses pemindahan disaksikan oleh tokoh adat agama, dan perwakilan dari TNI yang bertugas saat itu,” ujarnya, kemarin.

Menurut Charles Foo, TNI yang bertugas saat ini pendekatan terhadap warga cukup baik. “Mereka membantu mengajar di SD, kebetulan sekolah kekurangan guru”.

Mosso merupakan sebuah kampung yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Kampung ini terletak di tapal batas RI – PNG. Ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK); 30 KK diantaranya adalah mantan pelintas batas. Mereka pernah meninggalkan kampong halamannya lantaran Pemerintah Indonesia menempatkan militernya untuk menjaga daerah perbatasan, termasuk di Kampung Mosso.

Saat itulah pemusnahan rumah-rumah dan tanaman penduduk berlangsung. Masyarakat Nyao Mosso ketakutan, lari meninggalkan kampung halaman mereka ke pengungsian di PNG dan menetap di Kampung Nyao Nemo dan Nyao Kofo yang berada di PNG. Dua kampung yang warganya punya hubungan sanak sangat erat. Pada 1999, mereka kembali dan bermukim di Kampung Nyao Mosso. Mei 2007 pemerintah Kota Jayapura menetapkan kampung ini sebagai kampung terakhir di daerah perbatasan. (Marten)