Oknum Anggota TNI Berulah di Yapen

SERUI [PAPOS]- Tepatnya, hari Sabtu malam 11 September sekitar pukul 20.00 wit, di Serui terjadi penikaman terhadap seorang warga masyarakat yaitu Herol

Mano yang diduga dilakukan salah seorang oknum aparat TNI Kodim 1709/Yapen berinsial RH di Kampung Harapan Distrik Yapen Selatan. Kondisi korban saat ini masih terbaring di rumah sakit umum daerah Serui sejak kejadian, sementara pelaku penikaman diamankan di ruang tahanan Kodim 1709/Yapen Waropen.

Ketika hal itu di konfirmasi, PAPUA POS kepada Dandim 1709/Yawa kemarin di kediamannya, Letkol Inf Imam Sampurno Setiawan membenarkan kejadian, tentang adanya penikaman yang dilakukan seorang anggotanya terhadap warga masyarakat.

Imam lebih jauh mengemukakan bahwa kronologis kejadian terjadi, bermula disaat pelaku tengah minum alkohol bersama dengan beberapa kerabatnya yang masih dalam lingkungan keluarganya, namun sebelumnya telah terjadi permasalahan dalam keluarga.

Beberapa saat kemudian korban ketika itu lewat dari Kampung Harapan melewati TKP, diwarnai dengan ribut-ribut, pelaku hendak melerai korban, tetapi tiba-tiba pelaku berlari menuju rumah dan mengambil pisau setelah itu menancapkan pisau dibagian badan depan kiri korban.

Guna menyikapi kejadian tersebut, Imam menegaskan bahwa siapapun anggotanya yang melakukan pelanggaran harus di tindak secara tegas sesuai kode etik. Khusus pelaku RH, setelah kejadian langsung diamankan di tahanan Kodim, kemudian penyidik Pasi Intel sudah melakukan penyidikan.

Tidak hanya itu, kata Imam, kasus penikaman yang dilakukan anggotanya direncanakan dalam waktu dekat siap dikirim ke Denpom Biak untuk dilakukan pemeriksaan terhadap anggotanya itu. “Kalau tidak besok atau lusa, saya sudah harus berangkatkan pelaku RH ke Biak untuk melakukan pemeriksaan di Denpom Biak. Karena di Kodim Yapen kan tidak ada Denpom makanya pelaku secepatnya kita berangkatkan ke Biak untuk di proses,” katanya.

Adanya kasus penikaman itu, tegas Imam sangat patut ia sayangkan, karena dalam berbagai adpel dan pertemuan di lingkungan Kodim, Imam selalu mengintruksikan agar anggota jangan mengkonsumsi miras tetapi harus menjauh miras. Karena dampak minum keras selalu saja timbul, kemudian merugikan diri sendiri. “Kasus ini sangat sayangkan,” katanya.

Sementara itu, anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir kepada PAPUA POS lewat SMSnya meminta kepada Pangdam XVII Cendrawasih agar pelaku diproses dan dipecat karena merusak citra TNI di Tanah Papua. Bahkan Boy yang terpilih dari kabupaten pemilihan dari Yapen meminta agar pihak Kodam menangani keseluruhan biaya pengobatan hingga korban sembuh. [rin]