Updates from Agustus, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Papua Post 3:35 am on August 31, 2010 Permalink | Balas  

    Masyarakat Adat Tunggu Penyelesaian Ganti Rugi Bandara 

    Biak [PAPOS]- Masyarakat adat Kabupaten Biak Numfor, yang bermarga Rumaropen-Sanadi mengharapkan pemkab dan pengelola bandara Frans Kaisiepo PT Angkasa Pura I segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi tanah tanah bandara.

    Tuntutan masyarakat adat disampaikan dalam demo damai di landas pacu Bandara Frans Kaisiepo Biak Ambroben, Distrik Biak Kota, Jumat.

    Dance Rumaropen, juru bicara masyarakat adat Biak mengharapkan hasil kesepakatan bersama antara Pemkab dan masyarakat adat mengenai penyelesaian ganti rugi tanah areal bandara akan dibahas selesai sidang DPRD membahas laporan pertanggungjawaban APBD 2009 dari bupati.

    “Hasil rapat koordinasi dengan Bupati Yusuf Melianus Maryen Kapolres, Komandan Lanud Manuhua, dewan adat disepakati bahwa proses penyelesaian ganti rugi tanah bandara milik marga Rumaropen-Sanadi akan dibicarakan loagi dalam waktu dekat,” ujar Dance.

    Ia mengakui, besaran tuntut ganti rugi mencapai miliaran rupiah sehingga Pemkab Biak dan Angkasa Pura I dapat menyelesaikan permintaan masyarakat adat sehingga aktivitas penerbangan di bandara itu berjalan normal.

    Pihak masyarakat adat marga Rumaropen-Sanadi, menurut Dance, menyerahkan sepenuhnya kepada pemkab Biak dan pihak terkait karena masalah ini telah berlangsung sejak dua tahun silam tetapi belum ada penyelesaian.

    “Kesepakatan pemkab dengan masyarakat adat untuk penyelesaian tuntutan ganti rugi tanah bandara bisa terealisasi, ya ini harapan kami,” ungkap Dance.

    Rapat bersama masyarakat adat dengan Bupati Yusuf Melianus Maryen, Kapolres AKBP Ricko Taruna Mauruh, Dan Lanud Letkol (Pnb) Joko Tri Wibowo berlangsung sekitar satu jam di ruang VIP Bandara Frans Kaisiepo.[ant/agi]

    Ditulis oleh Ant/Agi/Papos   
    Sabtu, 28 Agustus 2010 00:00

    Iklan
     
  • Papua Post 3:13 am on August 31, 2010 Permalink | Balas  

    Di Asmat Banyak Anak Sekolah Dorong Gerobak 

    ASMAT [PAPOS]- Musim tahun ajaran baru baru saja dimulai beberapa pecan lalu. Namun satu warna kehidupan baru bagi warga masyarakat umum adalah sebagian dari siswa tersebut bekerja paruh waktu sebagai tenaga buruh ‘dorong gerobak’.

    “Pak kami kerja cari uang,” jawab salah siswa baru, kepada Kepala Sekolah SMA Negeri Agats, Leonardus Serewi.

    Diceritakan kembali Serewi, rata-rata siswa baru (kelas x SMA maupun SMP, tahun pelajaran 2010/2011) bekerja paruh waktu diluar jam sekolah. “tapi ada juga siswa yang kerja jam sekolah, karena mereka tidak bisa mendapat makan dan minum baik,” ungkap Kepsek kepada Papos kemarin.

    Dikatakan para siswa pendorong gerobak tersebut berasal dari tingkatpuluhan kampung dan 8 distrik yang tersebar di wilayah itu. “Kasian mereka rata-rata berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi,” papar Serewi berprihatin.

    Kata dia, seharusnya para siswa tersebut harus mendapat perahtian secara khusus oleh lembaga pemerintah ataupun swasta dari manapun. “Kalau tidak ada perhatian, cita-cita sekolah mereka akan teranggu. Bisa juga mereka akan putus sekolah akibat tidak bisa makan dan minum secara baik dan teratur,” paparnya.

    Menurut Serewi, sementara ini para siswa-siswi SMA maupun SMP asal kampung tersebut mendiami pondok-pondok rumah beratap daun pandan yang dibuat oleh para siswa sendiri secara darurat (Befak). “Selain di befak, ada juga siswa yang tinggal dengan kenalan, keluarga dan kerabat mereka di sekitar kota agats ini,” jelas Serewi.

    Lanjutnya, sejauh ini pihaknya hanya memberi semangat dan motivasi belajar demi masa depan dan cita-cita para siswa bersangkutan. “Untuk memberikan bantuan kepada mereka, saya sendiri rasanya belum berkecukupan. Yang bisa saya lakukan hanya memberikan motifasi kepada mereka. Saya sendiri tidak bis melarang mereka untuk bekerja karena itu hak mereka untuk mencari hidup. Saya berharap kedepannya ada suatu lembaga yang memang peduli terhadap mereka dan memberikan kehidupan yang layak. Ini anak Asmat, berikanlah kesejahteraan bagi generasi penerus agar nantinya merekalah yang bisa membawa Asmat menuju gerbang kesuksesan,”tandasnya. [cr-57]

    Ditulis oleh Cr-57/Papos   
    Selasa, 31 Agustus 2010 00:00

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal