Upacara 17 Agustus di Perbatasan Berjalan Aman

Jayapura (ANTARA News) – Upacara peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Jayapura yang dipusatkan di Distrik Muara Tami, daerah perbatasan dengan Papua New Guinea, Selasa, berjalan lancar dan aman.

Bertindak selaku inspektur upacara Sekretaris Kota Jayapura JP Nerokouw dihadiri muspida, tokoh agama, tokoh perempuan, toko pemuda dan tokoh adat dan ratusan warga Distrik Muara Tami.

Upacara yang berlansung hikmad ini juga dimeriahkan oleh drum band Madrasah Ibtidiyah, tarian Yospan dari SMPN 8 Kota Jayapura dan paduan suara dari SMKN 4 Kota Jayapura serta lomba menu sehat nonberas tingkat distrik Muara Tami.

Jika dibandingkan dengan kegiatan serupa tahun sebelumnya, peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI 2010 lebih cukup meriah walau bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1431 Hijriyah.

Usai upacara, digelar pemberian beragam hadiah kepada para pemenang berbagai lomba di masyarakat untuk menyambut 17 Agustus 2010.

Kegiatan kemasyarakatan tersebut antara lain lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, gerak jalan tingkat sekolah dan umum, dan tari Yospan tingkat sekolah menengah dan umum.

Sekertaris Kota Jayapura Nerokouw mengatakan bahwa HUT RI adalah hari kemerdekaan Indonesia yang patut dirayakan dengan hikmat dan bila perlu dilakukan berbagai macam lomba.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Jayapura terutama warga Distrik Muara Tami untuk berupaya mengisi kemederkaan dengan aksi nyata dalam pembangunan.

Nerokouw mengajak semua pihak untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa di masa lalu.

“Teladani dan hormatilah hasil jerih payah mereka dengan apa yang telah diberikan selama ini,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan salah satu tokoh Adat Port Numbay, George Awi.

Menurutnya, semangat juang para pahlawan yang berkorban untuk merebut kemerdekaan itu harus tetap mendarah daging dan hidup dalam diri setiap insan dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara.

“Mengisi pembangunan dengan semangat juang patut diteladani oleh kita semua terutama para pemuda sebagai generasi penerus bangsa, hal ini patut disyukuri karena sampai saat ini kita tetap menghirup udara kemerdekaan hasil perjuangan para pendahulu,” kata Awi yang juga Ketua Lembaga Adat Port Numbay.(*)
(ANT-185/R009)

COPYRIGHT © 2010