Updates from Agustus, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • Papua Post 6:16 pm on August 24, 2010 Permalink | Balas  

    Upacara 17 Agustus di Perbatasan Berjalan Aman 

    Jayapura (ANTARA News) – Upacara peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Jayapura yang dipusatkan di Distrik Muara Tami, daerah perbatasan dengan Papua New Guinea, Selasa, berjalan lancar dan aman.

    Bertindak selaku inspektur upacara Sekretaris Kota Jayapura JP Nerokouw dihadiri muspida, tokoh agama, tokoh perempuan, toko pemuda dan tokoh adat dan ratusan warga Distrik Muara Tami.

    Upacara yang berlansung hikmad ini juga dimeriahkan oleh drum band Madrasah Ibtidiyah, tarian Yospan dari SMPN 8 Kota Jayapura dan paduan suara dari SMKN 4 Kota Jayapura serta lomba menu sehat nonberas tingkat distrik Muara Tami.

    Jika dibandingkan dengan kegiatan serupa tahun sebelumnya, peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI 2010 lebih cukup meriah walau bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1431 Hijriyah.

    Usai upacara, digelar pemberian beragam hadiah kepada para pemenang berbagai lomba di masyarakat untuk menyambut 17 Agustus 2010.

    Kegiatan kemasyarakatan tersebut antara lain lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, gerak jalan tingkat sekolah dan umum, dan tari Yospan tingkat sekolah menengah dan umum.

    Sekertaris Kota Jayapura Nerokouw mengatakan bahwa HUT RI adalah hari kemerdekaan Indonesia yang patut dirayakan dengan hikmat dan bila perlu dilakukan berbagai macam lomba.

    Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Jayapura terutama warga Distrik Muara Tami untuk berupaya mengisi kemederkaan dengan aksi nyata dalam pembangunan.

    Nerokouw mengajak semua pihak untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa di masa lalu.

    “Teladani dan hormatilah hasil jerih payah mereka dengan apa yang telah diberikan selama ini,” katanya.

    Hal yang sama juga dikatakan salah satu tokoh Adat Port Numbay, George Awi.

    Menurutnya, semangat juang para pahlawan yang berkorban untuk merebut kemerdekaan itu harus tetap mendarah daging dan hidup dalam diri setiap insan dalam mengisi pembangunan bangsa dan negara.

    “Mengisi pembangunan dengan semangat juang patut diteladani oleh kita semua terutama para pemuda sebagai generasi penerus bangsa, hal ini patut disyukuri karena sampai saat ini kita tetap menghirup udara kemerdekaan hasil perjuangan para pendahulu,” kata Awi yang juga Ketua Lembaga Adat Port Numbay.(*)
    (ANT-185/R009)

    COPYRIGHT © 2010

    Iklan
     
  • Papua Post 6:14 pm on August 24, 2010 Permalink | Balas  

    Staf Khusus Presiden Akui Nasionalisme di Papua 

    Jayapura (ANTARA News) – Nasionalisme atau rasa kecintaan terhadap bangsa Indonesia, bagi pemuda Papua masih tetap ada untuk selamanya, kata Staf Khusus Presiden, Alexander Kapisa, ST, ketika memantau sekaligus mengikuti HUT Proklamasi Indonesia.

    “Kalau hari ini pemuda Papua bisa merayakan kemederkaan, maka ada wujud nyata bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia yang diakui,” ujar Kapisa, di Jayapura, Rabu.

    Membangun Papua, kata dia, bukan hanya tinggal di Papua saja, tetapi dapat dilakukan lewat daerah lain.

    “Misalnya kepercayaan kepada anak-anak Papua untuk duduk di istana Presiden Indonesia, seperti Velix Wanggai, yang menjabat staf khusus bidang pembangunan dan Otonomi Daerah,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa walaupun saat ini banyak gejolak yang timbul di Papua, namun berbagai kegiatan sambut perayaan kemerdekaan Indonesia masih terus dirayakan hingga kini.

    “Potensi anak-anak muda Papua sangat maju, sehingga jangan pernah menyerah untuk terus belajar dan berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah ada saat ini,” pesannya.

    Senada dengan hal di atas, salah satu staf khusus Presiden Indonesia, Sultan, mengakui bahwa Papua merupakan wilayah yang aman dan dibuktikan dengan perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan.

    “Pemuda Papua sangat terampil, sehingga acara akbar pembentangan bendera di perbatasan Selasa kemarin (17/8), bisa berjalan baik, yang domotori oleh 10 organisasi kepemudaan di Papua, termasuk Barisan Merah Putih (BMP) Papua,” tandasnya.

    Ia berharap rasa nasionalisme dapat dipertahankan dan adanya sikap saling menghargai dalam menjaga keamanan dan ketahanan bangsa dari pengaruh-pengaruh yang memecah belah persatuan bangsa.(*)
    (ANT-186/R009)

    COPYRIGHT © 2010

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal