Kaukus Parlemen Ragukan Kinerja Kepolisian

JAYAPURA [PAPOS]- Meskipun aksi penembakan sudah kerap terjadi di kabupaten Puncak Jaya. Konon lagi yang selalu menjadi korban aksi penembak adalah masyarakat sipil. Aparat kepolisian hingga kini belum bisa mengungkap siapa pelaku sesungguhnya. Padahal bukti selalu ada ditemukan, seperti selonsongan peluru. Parahnya penembakan selalu ditengah kota yang nota bene aparat keamanan dari berbagai kesatuan jumlahnya cukup besar bertugas di Puncak Jaya.

‘’Kita cukup prihatin setiap kali terjadi penembakan di Puncak Jaya yang menjadi korban adalah masyarakat sipil. Kejadiannya bukan hanya kali ini terjadi, tetapi sudah sering terjadi, tetapi pihak kepolisian tidak pernah bisa mengungkap siapa pelakunya. Aneh memang padahal kotanya kecil dan sempit, sehingga patut dipertanyakan kinerja kepolisian,’’ kata ketua Kaukus Parlemen Pegunungan Tengah Kenius Kogoya, SP kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat [6/8].

Anehnya kata politisi ulung PPRN ini, gerombolan teroris di pulau Jawa yang begitu luas daerahnya, pelakunya bisa ditangkap. Sementara kota Puncak Jaya daerah kecil, para pelaku penembak gelap bisa leluasa melakukan aksinya, bahkan aksi penembakan berada dipusat kota, bukan di hutan-hutan. ‘’ Saya menduga pelaku penembakan di Puncak Jaya adalah penembak gelap. Sekarang dituntut keseriusan dari Polri bagaimana cara mengungkap dan menangkap pelakunya,’’ imbuhnya.

‘’Kita tidak ingin korban masyarakat sipil berjatuhan lagi. Kami dari kaukus parlemen tidak ingin kawasan itu dijadikan ‘ proyek’ . Kasihan masyarakat yang tidak berdosa, mereka cukup menderita dan tramatis karena selalu dihantui aksi penembakan,’’ tandasnya.

Aksi penembakan yang terjadi ditengah kota Puncak Jaya menunjukkan bahwa aparat Polisi gagal memberikan perlindungan dan menciptakan rasa nyaman dan jaminan keamanan bagi masyarakat sipil di Puncak Jaya. Padahal disana [baca Puncak Jaya,red] aparat lengkap dari berbagai kesatuan, tetapi tetap saja masyarakat sipil selalu korban. Jika kondisinya demikian apa yang mereka kerjakan di sana. Buat apa banyak-banyak aparat jika toh tidak bisa melindungi dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

Untuk itu, ia meminta kepada Kapolda Papua bersama jajarannya agar lebih berani untuk menangkap pelaku penembakan criminal tersebut. Bilamana nanti ditemukan ada yang sengaja menciptakan konflik, maka pihak kepolisian harus berani mengungkap siapa-siapa pelakunya. ‘’Kita dari kaukus parlemen meminta juga supaya pelaku diadili, tanpa kecuali, supermasi hukum harus ditegakkan,’’ ujarnya.

Sekedar diketahui Atril Wahid [25] adalah korban penembakan didalam kios miliknya sendiri. Penembakan diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Gobanik Telenggen dan Matius Murib, [Rabu 4/8] sekitar pukul 18.30 Wit. [bela]

Ditulis oleh Bela/Papos  
Sabtu, 07 Agustus 2010 00:00