Dana Pembangunan Jalan Rp 9 Miliar Dipertanyakan

JALAN : Salah satu ruas jalan di daerah Pegunungan Tengah yang dikunjungi komisi Gabungan DPR Papua, belumlama ini. Jalan ini perlu segera diaspal agar akses antar kabupaten lancar.

JALAN : Salah satu ruas jalan di daerah Pegunungan Tengah yang dikunjungi komisi Gabungan DPR Papua, belumlama ini. Jalan ini perlu segera diaspal agar akses antar kabupaten lancar.
JAYAPURA [PAPOS]- Komisi Gabungan DPR Papua mengaku kaget ketika melakukan kunjungan kerja [Kungker] ke kabupaten Nduga. Meskipun tahun anggaran 2009 sudah berlalu, tetapi masih ada proyek yang belum selesai dikerjakan oleh kontraktor. Untuk itu, DPRP akan meminta pengguna anggaran dan kontraktor bertanggungjawab atas sisa pemakaian anggaran pembangunan jalan Habema-Nduga-Kenyem sebesar Rp 9 Milyar.

Demikian disampaikan koordinator komisi gabungan Dapil IV meliputi, Tolikara, Jayawijaya, Nduga, Lani Jaya dan Mambramo Tengah, Deer Tabuni, SE. M.Si kepada Papua Pos ketika ditemui diruang kerjanya, Kamis [4/6].

‘’Kami terus terang cukup kaget ketika meninjau pembangunan infrastruktur jalan yang sudah dibangun melalui dana otonomi khusus [Otsus] tahun 2009 yakni Habema-Nduga-Kenyem hingga kini belum rampung dikerjakan oleh kontraktor,’’ kata Deer.

Anehnya kata politisi ulung Golkar Papua ini, kendati pelaksanaan anggaran 2009 sudah berlalu, sayangnya baru 4 Km yang dikerjakan.

‘’Sesuai dokumen yang kami terima dari PU provinsi, anggaran yang telah dipakai sudah Rp 11 Miliar. Anggaran sebesar ini sudah termasuk pembangunan jalan di Km 62. Persoalannya sekarang sisa anggaraan Rp 9 Miliar itu dikemanakan,’’ katanya seraya geleng-geleng kepala.

Oleh karena itu, kata Deer yang juga selaku anggota komisi B DPR Papua ini, dana sebesar Rp 9 Miliar ini akan dipertanyakan pada saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban [LKPJ] gubernur 2009 nanti, bahkan pihaknya akan meminta kontraktor mempertanggungjawabkannya.

Selain temuan diatas menurut Deer yang saat melakukan kunjungan kerja didampingi Panus Tuwolon, S.Th, Letinus Jikwa dan Magdalena, seperti di kabupaten Lany Jaya dari sejak carateker dilantik, pembangunan di Lany Jaya tidak ada yang menonjol, baik itu pembangunan jalan maupun pembangunan fisik prasaran kantor Bupati dan kantor DPRD serta kantor dinas-dinas lain.

‘’Dari pengamatan kami hanya pembangunan kantor Dinas Kesehatan Lany Jaya yang ada. Selain itu tidak ada sama sekali pembangunan yang menonjol,’’ tandasnya.

Parahnya lagi ujar Deer, kendati anggaran perbaikan pembangunan jalan dari kabupaten induk ke Lany Jaya hingga saat komisi Gabungan turun kelapangan melakukan kungker perbaikan jalan tidak ada sama sekali.

’’Kami sangat menyesal, padahal anggaran sudah ada sekitar Rp 1 M yakni dari distrik primer ke Tiom. Demikian juga dari Distrik Tiom-Balingga anggarannya Rp 1,4 M, jalan sudah dibuat patok sampai di Km 4, tetapi fisiknya tidak ada, sehingga kita patut mempertanyakan dana itu ‘’kemana larinya’’,’’ tukasnya. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah Lany Jaya untuk mempertanggungjawabkan dana tersebut.

‘’Kita minta penggunaan anggaran tersebut agar transparan, jika tidak kami minta penggunaan dana tersebut diusut. Kita tidak main-main. Kasihan rakyat, mereka butuh sentuhan pembangunan. Jangan sampai rakyat dikorbankan,’’ katanya. [bela]

Ditulis oleh Bela/Papos  
Senin, 07 Juni 2010 00:00