Timika Terus Mencekam

Timika [PAPOS]- Aparat kepolisian di Timika, Rabu malam terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan sekelompok massa yang memblokir Jalan Pattimura Sempan terkait pertikaian antar kelompok di wilayah itu.

Aksi pemblokiran Jalan Pattimura Sempan Timika dilakukan sekitar puluhan warga salah satu kelompok. Mereka membakar ban bekas dan kayu di jalan itu.

Beberapa warga Jalan Pattimura Sempan Timika mengaku khawatir keselamatan diri dan keluarga mereka lantaran ada isu ada kelompok massa yang lain yang akan menyerang ke wilayah itu pada Rabu malam atau Kamis (27/5) dini hari.

"Menurut isu yang berkembang sebentar menjelang pagi mereka mau datang serang," tutur salah seorang pemuda.

Pada Rabu malam sekitar pukul 21.40 WIT, aparat kepolisian dari Polsek Mimika Baru dibantu satu peleton Brimob Detazemen B Polda Papua datang ke Jalan Pattimura Sempan untuk membubarkan massa. Aparat kepolisian bahkan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara beberapa kali agar massa membubarkan diri.

Sekitar pukul 22.00 WIT, blokir jalan akhirnya dibuka dan aparat kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar Jalan Pattimura Timika untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi bentrok lanjutan antarkelompok warga setempat.

Panik

Sebelum polisi mengeluarkan tembakan peringatan, warga di sekitar Jalan Pattimura, Jalan Bu Siri, dan Jalan Sam Ratulangi Sempan Timika panik setelah mendengar bunyi tiang listrik yang dipukul warga sebagai pertanda adanya bahaya.

Warga berhamburan ke luar rumah, sebagian ibu-ibu berteriak histeris karena mengkhawatirkan keselamatan keluarga mereka.

Bahkan sejumlah anggota paduan suara yang sedang mengikuti kegiatan ibadah di Gereja Katolik St Stefanus Sempan juga panik dan berhamburan ke luar gedung gereja.

Kepanikan warga semakin menjadi-jadi taatkala mendengar bunyi letupan senjata api yang ditembakan oleh aparat.

Hingga Rabu malam, situasi kamtibmas di kota Timika masih relatif aman, kendati sebagian warga masih khawatir akan adanya serangan mendadak oleh kelompok massa yang lain.

Situasi kamtibmas di Timika sejak Senin (24/5) lalu cukup tegang menyusul tewasnya Lambert Ondos Rumte, warga salah satu kelompok massa yang dianiaya oleh sekelompok orang di Jalan Sosial, depan Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Mimika pada Minggu (23/5) malam.

Insiden itu memicu terjadinya pembacokan terhadap tiga warga lain yang tidak tahu-menahu dengan peristiwa tersebut, bahkan dua rumah warga setempat juga ikut dibakar.

Polres Mimika telah berupaya mempertemukan tokoh masyarakat dari kelompok yang bertikai untuk segera mencari solusi terbaik mengatasi masalah tersebut.

Tidak itu saja, pada Selasa (25/5), polisi menggelar razia senjata tajam dari warga Jalan Sosial Kompleks Kebun Sirih Timika. [ant/wanda]

Ditulis oleh Ant/Wanda/Papos      
Sabtu, 29 Mei 2010 00:00