Bareskrim Tahan Ribuan Kayu Log

SORONG-Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ternyata masih eksis dalam memberantas illegal loging. Seperti yang terjadi di Sorong, Bareskrim berhasil menahan ribuan kayu log yang diduga illegal.

Sebagai tindaklanjutnya, bertempat di ruang pertemuan Mapolresta Sorong, Senin siang (24/5), tim penyidik Bareskrim Mabes Polri memeriksa secara intensif Direktur PT. Hasrat Wira Mandiri Ir. SW yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan illegal loging di kampung Issim distrik Beraur Kabupaten Sorong.

Penetapan Ir SW sebagai tersangka setelah sebelumnya penyidik Bareskrim Mabes Polri meminta keterangan dari 3 orang saksi.

Dalam pemeriksaan kemarin, direktur PT. Hasrat Wira Mandiri didampingi kuasa hukumnya Yuli Kurniawati, SH dan Intan Saribuana, SH yang tergabung dalam PH M. Yasin Djamaluddin, SH.
Keterangan yang dihimpun Koran ini menyebutkan, tim penyidik Bareskrim Mabes Polri yang berjumlah 11 orang dibawah pimpinan pelaksana Kombes Pol Aridono telah melakukan penyelidikan dan penyidikan kurang lebih 1 minggu di Sorong.

Hasil penyidikan tersebut, penyidik Bareskrim menahanan sementara kapal kargo MV.Mandiri yang diduga memuat kayu log jenis merbau sebanyak kurang lebih 2.500 M3 dari rencana pemuatan kayu log jenis merbau sebanyak 4.271 M3.

Kapal MV Madiri ditangkap tim Bareskrim Mabes Polri dengan menggunakan kapal polisi 636 Mayar Ditpolairbabinkam pada Kamis malam (20/5) lalu. Saat ditangkap, ditemukan bahwa ribuan kayu log jenis merbau tersebut dimuat tanpa disertai dengan dokumen yang lengkap.

Kayu merbau dengan ukuran dan diameter yang besar dimuat dari log pound tempat pemuatan kayu di kampung Issim distrik Beraur dengan memakai tagboat dan tongkang yang juga telah diamankan oleh Bareskrim Mabes Polri.
Dalam penangkapan tersebut penyidik harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dimana jarak dari log pound sampai ke kapal pe
muatan dalam hal ini MV Mandiri ditempuh sekitar 12 jam.
Untuk proses hukum lebih lanjut, MV Mandiri yang memuat ribuan kayu illegal loging itu telah digiring ke kolam Bandar Sorong.

Pimpinan pelaksana tugas dari Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Aridono yang dikonfirmasi wartawan kemarin enggan memberikan keterangan lebih jauh atas kasus illegal loging yang melibatkan Direktur PT Hasrat Wira Mandiri. “ Ini masih penyidikan, saya belum bisa berikan keterangan. Saya hanya pelaksana, ada pimpinan saya. Nanti sebaiknya dengan pimpinan saya saja,”ujarnya.

Sementara itu kuasa hukum PT. Hasrat Wira Mandiri M. Yasin Djamaluddin yang dikonfirmasi melalui ponselnya kemarin, membenarkan penangkapan terhadap kayu log milik PT. Hasrat Wira Mandiri. Namun dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena masih berada di Jakarta dan akan kembali ke Sorong pada hari ini (Selasa,25/5).

Dalam perkara illegal loging ini, Direktur PT Hasrat Wira Mandiri Ir SW diduga melanggar pasal 50 ayat 3 huruf f dan atau h jo pasal 78 atay 5 dan atau ayat 7 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Dimana yang bersangkutan diduga menerima, menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan dan atau memiliki hasil hutan tanpa disertai dengan dokumen atau izin. (boy/jpnn)
(scorpions)