Bahasa Daerah Perlu Dijadikan Mulok

SENTANI-Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Jayapura Drs.Yotam Fonataba, MM mengungkapkan, untuk melestarikan dan mengangkat kembali bahasa daerah di kalangan generasi muda, sudah selayaknya bahasa daerah itu diusulkan untuk menjadi mata pelajaran muatan lokal (Mulok) di sekolah-sekolah.

Sebab, berdasarkan pengamatannya dari hasil penyelenggaraan pidato berbahasa daerah tingkat pelajar SMP,SMA dan SMK, sebagian besar pelajar tidak memahami bahasa daerahnya sendiri.
“Jadi ini realita dalam kehidupan kita,ternyata bahasa daerahnya saja ada yang tidak dipahami atau dimengerti oleh anak-anak. Mereka itukan generasi penerus para orang tua, jika mereka tidak memahami bahasa daerahnya sendiri lalu siapa yang akan melestarikan bahasa daerahnya,”ujarnya.

Menurut Yotam, hampir disetiap distrik memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Bahasa daerah Sentani tidak sama dengan bahasa daerah Genyem. Nah, agar bahasa daerah ini bisa dipahami oleh kalangan generasi muda, tidak ada salahnya setiap sekolah memasukkan bahasa daerah itu menjadi Mulok.

Misalnya, untuk di wilayah Sentani, Mulok yang harus diadakan di sekolah adalah bahasa Sentani.Begitu halnya, dengan wilayah di Genyem, Mulok yang perlu dimasukkan di sekolah adalah bahasa Genyem.

Harapannya, jika bahasa daerah ini bisa dijadikan Mulok, sampai kapanpun bahasa daerah itu akan tetap lestari dan terjaga sebagai kesatuan budaya yang tidak terpisahkan di Kabupaten Jayapura.

“Saya usulkan agar bahasa daerah ini bisa masuk Mulok kurikulum pendidikan sebagai satu pendekatan untuk terus menggali dan mengangkat bahasa daerah. Kenyataan yang ada, sekarang ini kita jarang mendengar kalangan generasi muda berbahasa daerah. Belum lagi kalau anak itu merupakan hasil perkawinan campuran Papua Jawa atau Papua Ujung Pandang otomatis mereka semakin tidak paham lagi,”tandasnya.(mud/tri)
(scorpions)