Warga Kwamki Lama Kembali Bentrok

TIMIKA (Papos) – Dua kelompok warga di Kwamki Lama Timika, Rabu (28/4) sekitar pukul 05.30 WIT kembali bentrok dengan saling serang menggunakan panah.

Akibat dari bentrok tersebut dua orang terluka masing-masing dari warga kelompok atas atau Mambruk Dua atas nama Er Alom terkena panah dibagian leher dan Eli Kulla warga kelompok bawah atau Tunikama Kios panjang yang terkena panah di paha kanan yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mimika untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Aksi saling serang ini merupakan rentetan kasus perang yang belum terselesaikan pada awal Januari lalu dan aksi hendak balas dendam dari warga mambruk dua atas meninggalnya Agus Kinal 21 April lalu di Jayapura saat berobat akibat infeksi pada luka kena panah dibagian perut.

Pertikaian ini dimulai warga kelompok atas yang menyerang warga kelompok bawah atau Tunikama Kios Panjang dari dua sisi depan dan samping kiri sehingga warga kelompok bawah terkepung.

Aksi saling serang ini tidak berlangsung lama karena Aparat Kepolisian dari Satuan Brimob Detasemen B Timika dan Satuan Pengendali Massa atau Dalmas Polres Mimika langsung membubarkan warga. Warga kedua kubu langsung melarikan diri menuju hutan-hutan sekitar lokasi sehingga aparat tidak berhasil menangkap satupun pelaku pertikaian.

Kepala Kepolisian Mimika AKBP. Moch. Sagi mengatakan, pertikaian ini tidak akan pernah berhenti selama pembayaran denda adat belum juga di lakukan.

“ Warga kelompok atas menginginkan adanya pembayaran denda adat, apabila tidak terpenuhi, maka mereka akan terus berusaha menyerang kelompok bawah untuk menyeimbangkan korban meninggal sebagai pengganti pembayaran denda, karena itu merupakan adat sehingga tidak bisa diselesaikan dengan hukum positif,” ujarnya.

Menurut Sagi, tindakan polisi hanya sampai pada menangkap para pelaku yang terbukti melakukan tindakan kriminal dan berusaha untuk pertikaian tidak terjadi ”masalah pembayaran denda bukan menjadi tugas kami sebagai polisi, kami hanya berusaha agar hukum positif itu ditegakkan” ungkap sagi.

Lanjut Sagi, penyelesaian masalah ini polisi tidak bisa bekerja sendiri, untuk itu, dirinya sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk ikut menyelesaian pertikaian ini. “Saat ini kami sedang menunggu proses pembicaraan dengan pemerintah daerah untuk mencari jalan penyelesaian masalah,” kata Sagi.

Selain mengakibatkan satu warga kena panah, dalam peristiwa saling serang ini juga satu rumah warga kelompok bawah di bakar oleh warga kelompok atas. [cr-56]

Ditulis oleh Cr-56/Papos
Kamis, 29 April 2010 00:00